oleh

Sumsel Masuki Musim Kemarau

PALEMBANG, SuaraSumselNews | MUSIM kemarau semakin mendekati, meskipun sebagian wilayah di Sumsel masih turun hujan. Meski begitu, kondisi cuaca panas mulai dikeluhkan masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba H Pathi Riduan mengatakan, saat ini sudah mulai musim kemarau namun masih ada basahnya.

“Imbauan untuk masyarakat jaga situasi jangan sampai terjadi Karhutlah atau kebakaran lainnya. Meskipun masih belum terlalu kemarau kering,” ujarnya Kamis (12/5).

Puncak musim kemarau akan terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang. Makanya didarankan jangan sampai melakukan kegiatan yang bisa memicu kebakaran.

“Sekecil apapun api, kalau kondisi cuaca sudah panas pasti akan mudah membakar area sekitarnya. Apalagi Musi Banyuasin menjadi wilayah yang banyak terdapat titik hotspot tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Fornas Peluang Promosikan Destinasi Wisata Palembang

Bshwa berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan yang update 10 Mei kemarin diketahui sangat pendek kisaran 1-5 hari. Sebagian wilayahnya Banyuasin, Palembang, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Muaraenim, Prabumulih, sebagian besar Lahat, sebagian kecil Empat Lawang, Pagar Alam, dan sebagian Musi Rawas.

“Sementara untuk kekeringan ekstrem 60 hari ke depan tidak ada. Artinya masih ada hujan walau potensinya rendah,” ungkapnya.

Sedangkan untuk distribusi curah hujan dasarian I Mei 2022 untuk kategori rendah (0-50 mm) sebagian besar wilayah Ogan Komering Ilir, sebagian kota Palembang, Ogan Ilir, sebagian kecil Musi Banyuasin, Musirawas dan Lahat.

Lalu kategori menengah (50-150 mm) sebagian Banyuasin, Musi Banyuasin, sebagian besar Musirawas dan Musirawas Utara, Lubuk Linggau, seluruh Pali, Prabumulih,sebagian besar Muaraenim, sebagian Pagar Alam, sebagian kecil Ogan Ilir, Ogan KOmering Ulu timur, seluruh OKU dan OKU Selatan.

BACA JUGA:  Kurniawan Plh Bupati Muaraenim

“Untuk kategori tinggi (150-300 mm) itu sebagian kecil Banyuasin, Muara Enim, dan Lahat dengan curah hujan tertinggi di Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat (213.0 mm). Lalu kategori sangat tinggi (>300 mm) tidak ada,” paparnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait