Karena dari Hujan Sulit Dibersihkan
PALEMBANG, SuaraSumselNews – SUDAH menjadi kebiasaan setiap usai salat Idul Fitri dari puluhan ribu masyarakat Kota Palembang yang memenuhi Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Joyo Wikromo hingga Jembatan Ampera untuk melaksanakan salat Id pada Senin (31/3).
Ya, setelah jemaah pulang, pemandangan sekitar lokasi tersebut berganti menjadi tumpukan sampah dari alas salat yang lengket ke aspal. Dan apa lagi hujan mengguyur Kota Palembang sejak pagi hingga sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah reda, gerimis sempat kembali turun sekitar 15 menit setelah salat Id selesai.
Pantauan media ini di lapangan, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang yang bisa dipanggil pasukan kuning dengan sigap bergerak usai jemaah meninggalkan lapangan. Terlihat para petugas membutuhkan tenaga ekstra karena sampah-sampah tersebut menempel di jalan.
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang Pak Amri (29) mengakui jalanan yang basah menyebabkan pihaknya kesulitan membersihkan sampah, terutama bekas koran dan kertas lainnya
“Ya, memang sulit bersihkan sampahnya. Karena habis hujan, jadi lengket ke aspal,” terangnya saat ditemui, Senin (31/3).
Pak Amri mengatakan, dianya standby sejak pukul 05.30 WIB untuk siaga membersihkan sampah. Hal ini telah rutin digelutinya setiap tahun.
“Dan jumlah sampahnya tak beda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya, tidak begitu berkurang ataupun bertambah,” tuturnya.
“Sedangkan sampahnya banyak koran bekad, ada juga sampah botol atau bekas makanan. Paling banyak sampah koran untuk alas salat,” tambahnya.
Sementara dari petugas kepolisian di lapangan juga terlihat berpatroli di sekitar Bundaran Air Mancur untuk menertibkan para pedagang. Dengan pengeras suara, Polantas yang bertugas mengimbau para penjual untuk segera membereskan dagangannya demi kelancaran kerja pasukan kuning.
Pengawas DLK Palembang di Masjid Agung, Yudi juga mengatakan, dirinya bahkan telah bekerja sejak malam. Setelah membersihkan Benteng Kuto Besak hingga pukul 04.00 WIB, ia sempat kembali ke rumah untuk membersihkan badan jalan dan kembali ke Masjid Agung untuk salat subuh dan persiapan.
“Makanya saya sudah standby dari semalam untuk bersih-bersih sampai pukul 04.00 WIB tadi. Lalu pulang ke rumah, mandi, beres-beres, dan kembali ke sini untuk salat Subuh dan persiapan,” jelasnya.
Kali ini, kata Yudi, seluruh pasukan kuning dikerahkan untuk bersiaga membersihkan jalanan.
“Seluruhnya diturunkan DLH Kota Palembang. Ya ada sekitar 200 orang,” ujarnya.
Mengenai sampah yang terkumpul, Yudi masih belum dapat memastikan jumlah sampah yang terkumpul. Namun menurutnya, 3 mobil truk milik DLH telah mengangkut sampah dan dibawa ke TPA Puncak Sekuning. “Yang jelas 3 mobil bak (DLK Kota Palembang) penuh,” katanya.
Yudi juga menyayangkan masyarakat yang masih tak mengindahkan imbauan pemerintah untuk tak membawa alas koran untuk sampah. Ia berharap, masyarakat dapat mengurangi sampah agar mempermudah pihaknya membersihkan lokasi dan akses Ampera dapat segera dilalui kembali.
“Bagusnya setelah salat Id, sampah itu dibawa untuk dibuang ke tempatnya. Kalau pun tidak, tolong disatukan agar petugas mudah mengangkutnya,” harapnya. (*)




