PWNU Bangun NU Mart 17 Kota

Berbasis Murah dan Barokahilayah

LUBUKLINGGAU, SuaraSumselNews- PENGURUS Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan (Sumsel) siap membangun NU Mart untuk 17 Kota dan Kabupaten.

Gagasan ini muncul saat kegiatan silaturrahmi pengurus NU se-Provinsi Sumatera Selatan di Ponpes Al-Azhar Kota Lubuk Linggau. Hal itu disampaikan, Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Sumsel Heri Candra,S.Kom, Sabtu kemarin (28/4).

Guna menggerakan dan membangun ekonomi masyarakat berbasis murah, mudah dan barokahilayah. Maka dibangunlah NU Mart. Jadi disini NU tidak hanya mengurus ritual keagamaan saja, tetapi juga mampu dan bersaing secara sehat membangun perekonomian masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu menggerakkan kader dan masyarakat sejak dini. Sehingga dapat bersaing secara sehat dengan para pelaku usaha yang sudah ada dalam memenuhi kebutuhan saat ini. ‘’Para pembeli cendrung melirik harga barang yang murah. Dan mudah terjangkau, NU Mart jadi pilihan,’’ terangnya.

“Kita bisa belajar dari negara Bangladesh yang mampu bangun ekonomi Islam. Kenapa kita tidak? Padahal kita punya market, pembeli banyak, mayoritas konsumen ritel modern saat ini adalah warga NU. Kalau kita kembangkan, kita kompak dan dikelola secara profesional, yakin dua tahun kedepan akan maju,” urai Heri Candra.

Dijabarkannya, selain dikelola secara perseorangan dengan cara merubah merek toko atau menambah nama depan toko dengan nama NU Mart. Juga bakal dikelola secara corporate, yang akan mampu bersaing dengan ritel modern saat ini.

“Kini paradigma kita selalu pesimis. Mulai saat ini kita akan rubah itu. Dan kalau takut mencoba, kita tak akan berhasil. Dengan NU Mart juga sarana kita membangun pasar. Bayangkan saja, kalau satu kecamatan minimal ada lima NU Mart, maka kita akan bangun distributor sendiri dari pabriknya,” papar Heri dengan serius.

Nantinya, untuk pelaksanaan berdirinya NU Mart di Sumsel, PWNU bakal mengajak seluruh perwakilan pengurus PCNU untuk study banding ke daerah-daerah yang telah berhasil, ” kilahnya. (*)

laporan : marzuki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *