Banten Sebagai Tuan Rumah Konsolidasi
PERSATUAN Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten menjadi tuan rumah konsolidasi puncak Ketua PWI Provinsi se-Indonesia di Great Werstern Serpong, Kabupaten Tangerang. Dan kegiatannya dilangsung selama dua hari (5-6/5).
“Kami ingin menyamakan sikap dan langkah organisasi. Salah satunya aspirasi anggota yang tetap ingin pertahankan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional (HPN), ” ujar Firdaus.
Ketua PWI Banten itu, Senin kemarin mengatakan, para pengurus dan anggota PWI tak ada yang setuju HPN diubah dari tanggal 9 Februari menjadi 23 September.
Juga di Monumen Pers, Solo, Senin kemarin (30/4), ratusan pengurus PWI Pusat dan Provinsi sarasehan membahas soal wacana perubahan HPN yang dilontarkan dua wadah wartawan lain lewat Dewan Pers (DP).
Menurut Firdaus, HPN yang bertepatan dengan tanggal lahirnya PWI merupakan sejarah perjalanan pers Indonesia. Di monumen pers, Solo, tanggal 9 Februari 1946, merupakan tonggak sejarah. Untuk pertama kali dalam sejarah pergerakan Indonesia berkumpul dan bersatunya seluruh insan pers Indonesia. Dan kemudian mendeklarasikan berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam rangka mempertahankan kemerdekaan dari rongrongan penjajah. Momentum historis itu tak tergantikan.
Banten sebagai tuan rumah puncak konsolidasi PWI se-Indonesia yang salah satunya menyoal Hari Pers, menurut Firdaus, suatu kehormatan bagi insan pers di Provinsi Banten.
Mudah-mudahan, lewat kepercayaan PWI seluruh Indonesia terhadap PWI Banten, sebagai tuan rumah, lahir kesepakan dan langkah PWI ke depan,” ujarnya.
Firdaus mengajak masyarakat pers di Banten ikut menyukseskan pertemuan tersebut. “Sebagai tuan rumah, harapan kami acara ini sukses dan melahirkan sebuah komitmen nasional. Maksudnya mampu menjaga keutuhan masyarakat pers dan menjaga nilai historis dan kejuangan bangsa. Dari Banten untuk Indonesia,” paparnya. (ril)








