oleh

Polda Sumsel Bongkar Praktik ‘Buatan’ Sertifikat Tanah Palsu

Dua Oknum Mafia Tanah Diamankan

PALEMBANG, SuaraSumselNews | CEPAT dan terukur  Polda Sumsel membongkar praktik pembuatan sertifikat hak milik (SHM) palsu mengatasnamakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Banyuasin.

Dua terduga mafia tanah, Yudi Sandra (34) warga Siring Agung, Ilir Barat I, Palembang dan Efendi Koyen (53) warga Rimba Jaya, Air Kumbang, Banyuasin, berhasil diamankan pada kasus SHM Palsu dan kini masih menjalani pemeriksaan.

Pengungkapan kasus SHM palsu ini dilakukan setelah Ditreskrimum Polda Sumsel membentuk tim khusus (timsus) mafia tanah yang dipimpin Kasubdit Jatanras Kompol Agus Prihadinika dan Kasubdit Harda Kompol Haris Dinzah.

“Setelah tim khusus ini dibentuk, kita berhasil menangkap dua orang pelaku pemalsuan puluhan sertifikat SHM program PTSL,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Agus Prihadinika, Senin (1/8)..

BACA JUGA:  SD Muh 14 Siapkan Security dan Guru Tertibnya Lalulintas Masuk Sekolah

Dikatakan, saat menjalankan aksinya, kedua mafia tanah tersebut melakukan perannya masing-masing. Bahkan satu diantara mereka nekat mengaku sebagai pegawai Kantor BPN Banyuasin guna mengelabui korban.

“Yudi berperan sebagai editornya dan juga mengaku sebagai pegawai Kantor Pertanahan (BPN) Banyuasin. Sedangkan Efendi, dia seorang mantan Kepala Desal (Kades), jelasnya.

Aksi mereka baru terhenti setelah ditangkap pada Jumat, (29/7) malam.
Yudi ditangkap di Palembang dan Efendi ditangkap di Banyuasin. Semuanya ditangkap tanpa perlawanan. Kata Agus, dari penangkapan itu sejumlah barang bukti berhasil diamankan.

Polda Sumsel membongkar praktik pembuatan sertifikat hak milik (SHM) palsu mengatasnamakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Banyuasin.

BACA JUGA:  Peringati HUT Proklamasi, Lomba Bidar 3 Hari di BKB

Diantaranya 19 SHM program PTSL palsu, 16 bundel SPH (surat pengakuan hak), sejumlah peralatan serta perlengkapan percetakan dan beberapa barang bukti yang lain.

“Pemeriksaan dan pengembangan dalam kasus ini masih terus dilakukan baik terhadap pelaku maupun terhadap saksi korban (masyarakat) lainnya,” tuturnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.