Perkiraan Musim Kemarau di Sumsel Mulai Mei 2021

Tanpa Hujan Diprediksi Berlangsung Tiga Bulan

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews | BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan memprediksi Sumsel akan masuk musim kemarau pada pertengahan Mei 2021, mendatang.

Mulai pertengahan Mei hingga tiga bulan berikutnya diprediksi tidak akan turun hujan. BMKG mencatat, pada 2020 kemarin, kondisi musim kemarau cukup basah, karena dipengaruhi oleh La Nina.

Sementara pada tahun 2021 ini, pengaruh La Nina akan mulai menurun sekitar Mei. Bahkan, dua Kabupaten di Sumatera Selatan seperti Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin (Muba) sudah mengalami kekeringan.

“Diperkirakan tahun ini kondisi kemarau akan berlangsung seperti 2019. Puncak kemarau Agustus,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Palembang Hartanto kepada wartawan, Selasa (2/3).

Hartanto menjelaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan harus dilakukan secara cepat. Sebab, mereka memprediksi hari tanpa hujan (HTH) akan berlangsung lama.

HTH sendiri akan berlangsung pada Juni, Juli dan Agustus 2021. Dengan demikian, potensi kebakaran hutan dan lahan akan terus terjadi selama kurun waktu tersebut.

“Perlu langkah cepat bagi pemerintah dan pihak-pihak penanganan karhutla untuk waspada, karena HTH akan berjalan cukup lama. Tahun ini akan lebih kering dibanding tahun 2020,” ujar dia.

Menurut Hartanto, selama tiga bulan itu, intensitas hujan kurang dari 50 milimeter per 10 hari, sehingga berpotensi menimbulkan karhutla akibat cuaca panas.

“Ketika kemarau, peluang hujan kecil, yakni di bawah 50 milimeter per 10 hari. Namun, untuk sekarang curah hujan masih tinggi,” urainya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *