Pemkab Muaraenim-PTBA Membuat Tim Inventarisasi

Diduga 63 Ha Lahan Ex Beheerstetren
Hilang

 

MUARAENIM, SuaraSumselNews | KOORDINASI dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pemkab Muaraenim dan PTBA membentuk Tim Inventarisasi Lahan Ex-beheersterrein.

Hal ini untuk melakukan pendataan dan inventarisasi aset Pemkab Muaraenim dan PT. Bukit Asam Tbk diatas lahan Ex-beheersterrein seluas 63 hektar di Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Kamis (11/2).

Informasi di lapangan, tim Inventarisasi Aset mendapati beberapa patok batas di lahan Ex-beheersterrein seluas 63 hektar di Tanjung Enim, hilang dan rusak. Patok yang terbuat dari cor beton sepanjang 1,5 meter dan seberat 40 kg tersebut hilang dicabut dan dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Bahkan ada lokasi patok tersebut diatasnya telah berdiri bangunan dan pagar milik warga.

Menurut Plt Sekda Muaraenim Emran Thabrani yang didampingi Camat Lawang Kidul Andre Martin bahwa sesuai arahan Korsupgah KPK, Pemkab Muaraenim berkoordinasi dengan PTBA melakukan langkah-langkah dalam rangka penyelesaian terhadap lahan Ex-beheersterrein yang menjadi perhatian Korsupgah KPK.

Adapun langkah-langkah yang sudah kita lakukan adalah membentuk tim inventarisasi dengan SK Bupati Muaraenim. Setelah itu menyusun rencana aksi pertama kita adalah melakukan Pendataan dan Inventarisasi lahan dan bangunan yang berada diatas lahan seluas 63 hektar ex-beheersterrein tersebut.

Hasilnya akan dilaporkan ke Korsupgah KPK dan Kementrian BUMN untuk minta solusi bagaimana penyelesaian terhadap kondisi lahan ex-beheersterrein yang bertahun-tahun tidak kunjung tuntas.

“Hasilnya, kita akan langsung laporkan ke Korsugah KPK bagaimana solusi terbaik terhadap warga yang telah beranak pinak menempati lahan tersebut,” jelasnya.

Sementara, Manager Aset PTBA Ichsan, kegiatan ini merupakan atensi Korsupgah KPK, yakni untuk
mengukur kembali lahan 63 hektar ex-beheersterrein tersebut. Hasil inventarisasi ternyata banyak patok batasnya yang hilang dan rusak sehingga harus diganti kembali supaya batas tersebut jelas.

“Lahan ex-beheersterrein tersebut cukup luas berada di dua desa dan dua Kelurahan yakni Desa Tegal Rejo, Desa Lingga, Kelurahan Tanjung Enim dan Kelurahan Pasar Tanjung Enim,” paparnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *