PALEMBANG, SuaraSumselNews – Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel H. Cik Ujang menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mempercepat pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat beserta infrastruktur pendukungnya. Karena proyek strategis tersebut dinilai sangat penting dalam meningkatkan konektivitas logistik, memperlancar arus ekspor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini masih bergantung pada pelabuhan di luar Sumsel.
Komitmen tersebut disampaikan Cik Ujang saat menghadiri Rapat Pembahasan Konsorsium dan Penyiapan Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang diselenggarakan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) di Ruang Rapat Amanah, Pelindo Tower, Jakarta Utara, Jumat kemarin (12/6).
Dalam forum tersebut, Cik Ujang menekankan bahwa percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur penunjang, khususnya akses jalan dan konektivitas transportasi yang akan mendukung aktivitas pelabuhan di masa mendatang.
“Hari ini kami datang ke Pelindo untuk mendorong percepatan pembangunan Tanjung Carat. Pembangunan jalan tol menuju Tanjung Carat juga harus dipercepat agar kemacetan dapat diminimalkan.
Selain itu, kami berharap tersedia kawasan penunjang untuk kontainer sehingga distribusi barang menjadi lebih lancar,” ujar Cik Ujang.
Menurutnya, Pelabuhan Tanjung Carat merupakan proyek yang sangat dinantikan masyarakat Sumsel. Keberadaan pelabuhan internasional tersebut diyakini mampu menjadi pintu gerbang ekspor baru yang akan memperkuat posisi Sumsel sebagai salah satu daerah penghasil komoditas unggulan nasional.
Sumsel selama ini dikenal memiliki potensi sumber daya alam dan hasil perkebunan yang melimpah, mulai dari kopi, karet, batu bara, kelapa sawit hingga berbagai komoditas pertanian lainnya.
Namun, sebagian besar aktivitas ekspor masih dilakukan melalui pelabuhan di provinsi lain sehingga biaya logistik menjadi lebih tinggi dan waktu distribusi lebih panjang.
Cik Ujang menilai, apabila Pelabuhan Tanjung Carat dapat segera beroperasi, maka akan tercipta efisiensi biaya logistik yang signifikan sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan Sumsel di pasar nasional maupun internasional.
Masyarakat Sumsel sangat mengharapkan Tanjung Carat segera terwujud. Karena itu, kami hadir lengkap dari Sumsel sebagai bentuk keseriusan dan dukungan agar proyek strategis ini dapat segera direalisasikan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama hampir satu tahun terakhir terus mengawal proses percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat melalui berbagai koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemangku kepentingan terkait.
Sementara itu, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Ichsan Zulkarnaen, menegaskan bahwa pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat membutuhkan pembahasan yang berkelanjutan agar seluruh aspek pendukung dapat dipersiapkan secara matang.
Menurut Ichsan, pembangunan sebuah pelabuhan modern tidak hanya berfokus pada fasilitas sandar kapal, tetapi juga harus didukung oleh ekosistem yang terintegrasi.
Hal tersebut mencakup kesiapan infrastruktur konektivitas, keberadaan calon pengguna jasa (off taker), kawasan industri pendukung, serta berbagai fasilitas logistik lainnya.
“Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat memiliki banyak aspek yang harus dipersiapkan, terutama infrastruktur pendukung. Berdasarkan pengalaman kami, sebuah ekosistem pelabuhan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus didukung oleh konektivitas jalan, kesiapan off taker, serta kualitas infrastruktur pendukung lainnya,” ujarnya.
Rapat pembahasan konsorsium dan penyiapan BUP ini menjadi langkah penting dalam mempercepat realisasi Pelabuhan Tanjung Carat.
Proyek tersebut diharapkan mampu menjadi gerbang ekspor baru bagi Sumatera Selatan, memperkuat konektivitas logistik regional dan nasional, serta membuka peluang investasi yang lebih besar guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Bumi Sriwijaya. (*)







