PALEMBANG, SuaraSumselNews – PEMPROV Sumatera Selatan kembali menggelar Operasi Pasar Murah (OPM). OPM tersebut sebagai bentuk kepedulian Pemprov Sumsel terhadap masyarakat dalam menghadapi lonjakan harga sejumlah bahan pangan.
Kegiatan OPM yang digelar pada pekan ini merupakan yang ketiga kalinya selama bulan September, setelah sebelumnya dilaksanakan pada 18 dan 23 September 2025.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan Ruzuan Efendi mengatakan, kegiatan OPM ini dilakukan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah gejolak harga pasar.
“Ini bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Sumsel agar masyarakat bisa mendapatkan harga yang murah dan terjangkau. Harga-harga di Pasar Murah ini sudah disubsidi,” ujar Ruzuan Efendi.
Dalam OPM ini, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga subsidi, jauh lebih murah dibandingkan harga pasar saat ini. Contohnya:
* Telur ayam Rp22.000/kg (harga pasar Rp 28.000-Rp 29.000)
* Ayam potong Rp 26.000/kg (harga pasar Rp 36.000-Rp 38.000)
* Minyak goreng kemasan “Minyakita” Rp12.500/liter (harga pasar Rp15.500)
* Gula pasir Rp13.500-Rp14.000/kg
* Cabai merah keriting Rp 40.000/kg
* Beras Rp 57.000/5 kg (harga pasar Rp 62.500)
Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan bawang putih, bawang merah, ikan segar, serta produk lainnya dengan harga lebih rendah.
Agar pemerataan tercapai, pembelian bahan pokok dalam Pasar Murah ini dibatasi per orang, seperti gula dan minyak maksimal, 1 kg per warga. Beberapa jumlah stok yang disediakan dalam kegiatan OPM ini meliputi 4 ton beras, 1.000 liter (1 ton) minyak goreng, 250 kg telur ayam, 200 kg ayam potong, 50-00 kg cabai, dan 750 kg gula.
Kegiatan OPM yang digelar Pemprov Sumsel ini merupakan bagian dari langkah pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas pangan di Sumatera Selatan.
Selain Operasi Pasar Murah, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan juga memiliki program “Gerakan Pangan Murah”.
Gerakan Pangan Murah ini akan digelar secara rutin setiap bulan atau dua kali sebulan, tergantung kondisi harga dan kebutuhan masyarakat.
“Insya’ Allah ini akan terus berlanjut. Bila terjadi gejolak harga, kita siap turun lagi ke lapangan. Target kita masyarakat menengah ke bawah yang ada di wilayah padat penduduk,” jelas Ruzuan Efendi.
Kegiatan OPM ini juga didukung oleh BUMD melalui program CSR, serta melibatkan lintas Dinas di lingkungan Pemprov Sumsel.
Meski terjadi lonjakan harga di beberapa komoditas, Pemprov Sumsel memastikan bahwa stok pangan di wilayah Sumatera Selatan masih aman.
OPM ini lebih ditujukan untuk menghindari kepanikan masyarakat serta sebagai langkah antisipatif terhadap gangguan distribusi nasional, seperti gagal panen dan bencana alam di beberapa daerah.
“Bukan karena stok kita kurang, tapi ini wujud kepedulian pemerintah agar masyarakat tidak panik. Secara nasional memang ada kendala, tapi Sumsel tetap aman,” tuturnya. (ptv)






