Nanan : Saya tak Menyeberang

Terkait Dirinya Bergabung lke PKB

PALEMBANG, SuaraSumselNews | WALI KOTA Lubuklinggau Drs. H. SN Prana Putra Sohe, M.M mengklarifikasi dirinya bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Nanan mengatakan dirinya bukanlah menyeberang partai, karena selama ini belum pernah terdaftar di partai manapun.

“Aku bukan menyebrrang karena aku belum ado terdaftar di partai apapun,” jelasnya kepada media Rabu (23/6).

Sebelumnya Wali Kota Lubuklinggau dua periode ini membenarkan jika dirinya telah resmi bergabung menjadi anggota Partai Kebangkitan Bangsa yang langsung disematkan jaket hijau dan diberikan KTA oleh Ketum PKB Muhaimin Iskandar disaksikan Ketua DPW PKB Sumsel Drs Ramlan Holdan di rumah dinas, Widya Candra, Jakarta, Selasa kemarin (22/6).

Klarifikasi senada juga disampaikan Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Sumsel Ir Herpanto yang menegaskan jika Prana Sohe hanya memiliki fakta integritas calon Walikota yang diusung partai berlambang pohon beringin ini.

“Pertama perlu kami luruskan bahwa SN Prana Sohe bukan kader partai Golkar. Beliau asal usulnya dari birokrat, dari ASN yang mencalonkan diri jadi Walikota Lubuklinggau tapi diusung Partai Golkar kemudian pada tahun 2013,” tegas Herpanto.

Namun pada kesempatan kata Herpanto, dia ada fakta integritas selalu Kepala Daerah yang diusung Partai Golkar. Dalam fakta integritas, dia (Nanan) wajib membantu dan membesarkan partai bersama DPD dan jajaran pengurus.

Pada 2018 beliau kembali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Lubuklinggau. Alhamdulillah terpilih Walikota dua periode.

“Perlu kami luruskan permasalahan ini terkait Pak Prana Sohe itu pindah atau berlabuh ke PKB bahasa medianya, sehingga kami juga merasa terkejut. Namun ini kami hargai pilihan politiknya.

Sampai saat ini Nanan tidak tercatat sebagai kader Partai Golkar dan tidak punya NPAPG,” terang mantan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumsel.

Namun seberapa besar kontribusi Nanan kepada Partai Golkar, menurut Herpanto itu DPD Partai Golkar Kota Lubuklinggau lah yang lebih paham dan lebih tahu.

“Sepertinya sampai saat ini menyikapinya hal biasa karena belum terdaftar anggota Partai Golkar,” pungkasnya. (sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *