oleh

Medco E&P Memutar Otak agar Operasi Tidak Terganggu

  • Trik Jitu Medco E&P Jaga Ketahanan Energi di Masa Pandemi
  • Kembangkan Budidaya Madu Lebah Hutan

 

SuaraSumselNews – Mewabahnya Pandemi Covid-19 di Indonesia membuat ekonomi di semua lini hampir lumpuh, begitupun di sisi minyak dan gas bumi, sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas harus memutar otak ditengah turunnya harga minyak, namun satu hal yang tidak bisa dihindari yakni untuk memastikan ketahanan energy nasional.

 

Medco E&P Indonesia (Medco E&P) sebagai salah satu Perusahaan Energi bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas mempunyai tanggung jawab terhadap ketahanan energy di Indonesia.

Sebagai perusahaan yang diberikan amanah oleh Negara dalam hal ini SKK Migas, Medco E&P mempunyai tanggung jawab yang besar dalam ketahanan energy nasional.

‘’Industri itu tidak akan berkembang kalau energy terganggu, dengan segala problema yang kita alami dalam waktu satu tahun terakhir karena kasus pandemi, ditambah harga minyak yang turun sangat drastis, itu sempat menggangu operasi kita dilapangan, tapi itu tidak mengurangi semangat kita dalam bekerja,’’ jelas General Manager of South Sumatra Region Medco E&P Indonesia Muhammad Zulkifli.

General Manager of South Sumatra Region Medco E&P Indonesia Muhammad Zulkifli.

Dengan merebaknya pandemi Covid-19 tentu membuat Medco E&P memutar otak agar operasi dilapangan tidak terganggu.

“Dengan protokol sangat ketat, pengurangan aktivitas, jadi benar-benar memastikan pekerja di lapangan tetap vit dan menjaga jangan sampai Covid ini menggangu sehingga protokolnya sangat ketat,” bebernya.

Sebagai komitmen untuk menjaga ketahanan energy nasional, Medco E&P menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat di lapangan, dan bagaimana Medco E&P memastikan tahapan-tahapan protokol kesehatan.

“Bukan hanya saat bekerja, malah sebelum bekerja malah sebelum bekerja kita ada karantina untuk memastikan semua itu dipastikan mengikuti prokol kesehatan, karena satu saja ada yang lolos maka itu sangat berdampak,” jelasnya.

Sebagai komitmen kuat untuk memastikan ketahanan energy nasional tidak terganggu Medco E&P terus mengawasi pekerja tidak hanya dilapangan namun begitupun kegiatan mereka di rumahpun di awasi.

“Tujuannya semata-mata agar operasi kita tidak terganggu,” ungkapnya.

Tanggung Jawab Terhadap Energi Nasional

Medco E&P berkomitmen mendukung strategi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energy yang terus meningkat di masa depan secara bertanggung jawab dengan terus melakukan kegiatan eksplorasi, pengembangan dan produksi pada lapangan-lapangan yang sudah matang maupun baru ditemukan.

VP Relation & Security Medco E&P, Drajat Iman Panjawi.

Ada 13 lapangan migas yang dikelola Medco E&P mulai dari Aceh sampai Sulawesi sejak tahun 1980, dengan visi Perusahaan Energi Pilihan, dan dengan etos kerja professional, etis, terbuka dan inovativ.

Sebagai perusahaan Negara yang berada di Sumsel Medco E&P memiliki tugas dan tanggung jawab menjaga ketahanan energi nasional dan terus berkomitmen walaupun di masa pandemi Covid-19.

Ini bukan pekerjaan yang gampang, menjalankan operasi dengan permasalahan teknis dengan biaya tinggi, ditambah lagi dimasa pandemi.

“Jadi kita tidak ingin karyawan kita terkena infeksi sehingga produksi kami terganggu, jadi ini benar-benar situasi sangat challenging bukan berarti kita harus stop, namun ada target dari SKK Migas dan negara dan kami bekerja keras mencapai target itu,” jelas VP Relation & Security Medco E&P, Drajat Iman Panjawi.

Pembangunan Positif Masyarakat Lokal

Multiplier Effect Medco E&P Bagi Masyarakat di Tegah Pandemi, dalam Kondisi seperti sekarang ini memang tidak mudah dalam masa pandemi ini, bagaimanapun juga energy terutama migas, namun energy ini membawa multiplier effect.

Berbicara operasi migas tentunya tidak terlepas dengan masyarakat, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang migas Medco E&P membawa manfaat bagi masyarakat di sekitar perusahaan.

Membangun komunitas dengan penghidupan lebih baik. Medco E&P melakukan program dengan budidaya jamur dan Budidaya Madu Lebah Hutan.

“Untuk budidaya jamur  sejak 2017, ini kami kembangkan dengan melihat banyaknya kebun sawit dan melimpahnya tandan kosong sawit dan banyaknya permintaan jamur,” jelas Officer Community Relation & Enhancement Medco E&P Indonesia South Sumatra Region, Robby Wijaya.

Karena banyaknya permintaan jamur, membuat perusahaan dan masyarakat lalu bekerjasama membuat budidaya jamur.

“Di Desa Lais sudah mampu memproduksi 200 kg perbulan dengan pendapatan 4 juta perbulannya, dengan menggunakan tandan kosong sawit (tankos) sebagai media tanam,” bebernya.

Madu Lebah Hutan.

Selain pengembangan jamur, Medco E&P juga mengembangkan program Madu Lebah Hutan dan tentunya hal ini bisa memberi manfaat komunitas di masyarakat.

“Jadi kita sama-sama membangun kerjasama dengan masyarakat,” bebernya.

Budidaya madu hutan kita konsep karena banyak sekali penebangan hutan secara liar,“Ternyata disana ada kehidupan banyak sekali lebah, sehingga rekan kami dilapangan bisa mendapat keuntungan, dan juga pengembangan kelulut (Mantanku) karena nilainnya tinggi,” jelasnya.

Kembangkan Budidaya Karet Organik

Tidak hanya itu, Medco E&P juga mengembangkan program budidaya karet organik. Dengan adanya program ini bisa meningkatkan 40 persen produksi karet yang ada di wilayah kerja.

“Karena mayoritas masyarakat di wilayah kerja kami petani karet, karena itu kami punya program budidaya karet, ini sudah berlangsung di 15 desa dan melibatkan 250 petani serta 312 ha perkebunan yang dikelola dengan budidaya karet organik,” bebernya.

Buddidaya ini juga dikembangkan dan bekerjasama dengan pemerintah melalui program inovasi desa tepat guna.

“Kami melaksanakan pelatihan dan pengembangan usaha asap cair pembeku getah karet, asap cair ini hasil destilasi dari pembakaran batok kelapa,” urainya.

Dengan asap cair ini bisa lebih aman dan lingkungan juga baik.

Budidaya Baru

Officer Community Relation & Enhancement Medco E&P Indonesia South Sumatra Region, Robby Wijaya

Dimasa pandemi Covid-19 komitemen perusahaan tidak mengendur, karena di masa pandemi inilah masyarakat butuh perhatian, kami tetap bekerja namun ada perubahan dalam tingkah laku.

“Dilapangan kami dipastikan dulu sehat sebelum bertemu dengan masyarakat dan ada protocol tertentu yang kami jalani,” tegasnya.

Pesan mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker (3M) lalu pesan ini disampaikan kepada masyarakat sekitar.

“Jadi ini kita sosialsisaikan dan kami jadikan budidaya baru di masayarakat dan pekerja-pekerja di perusahaan,” tuturnya saat webinar dan Kompetisi Karya Jurnalistik bertema “Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Saat Pandemi ” Senin (14/12).

Adapun bantuan kepada masyarakat di awal pandemi yakni :

  • 1820 paket makanan pokok
  • 4200 masker medis
  • 6550 masker dari kain
  • 900 sarung tangan medis
  • 475 liter sanitizer
  • 45 unit unit fasilitas cuci tangan

Bantuan Adaptasi di Masa Pandemi

  • Edukasi Kesehatan
  • Ekonomi & Ketahanan Pangan
  • Peduli Kaum Rentan
  • Peningkatan Infrastruktur
  • Support Aktivitas Masyarakat

Penulis : M. Asri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed