Polsek Keluang Ogah Berikan Penjelasan
TANJUNG DALAM, SuaraSumselNews | GAWAT, lagi terjadi kebakaran sumur minyak ilegal melanda Bumi Serasan Sekate. Toh kali ini terjadi di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Hindoli. Tepatnya di Divisi Kobra 1, Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang, Jumat dini hari (9/5) sekitar pukul 02.00 WIB.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut, namun kuat dugaan akibat aktivitas pengeboran minyak ilegal atau ilegal driling di lokasi. Ya kobaran api yang muncul sontak membuat panik warga sekitar.
Tentunya, dari kejadian ini menambah daftar panjang kasus kebakaran sumur minyak ilegal di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Dimana sebelumnya, terjadi serupa dan menimbulkan kerugian besar dan mencemari lingkungan.
Sejumlah tokoh dan kalangan masyarakat disini mendesak pihak kepolisian, utamanya Polres Musi Banyuasin dan Polsek Keluang, untuk segera bertindak tegas dan mengusut atas Kejadian tersebut.
Dan para tokoh masyarakat meminta agar aparat penegak hukum mengusut tuntas siapa pemilik sumur minyak ilegal dimaksud. Selain itu, warga juga menuntut agar diungkap para pihak pemegang koordinasi lahan dan bertanggung jawab. Maksudnya para pelaku ilegal driling disini dapat dengan leluasa melakukan pengeboran liar di kawasan HGU PT Hindoli.
“Tentunya, kami sangat resah dengan kejadian seperti ini yang terus berulang – ulang. Kami harap polisi segera menangkap pemilik sumur dan pihak-pihak yang memfasilitasi kegiatan ilegal ini,” ungkap sejumlah pemuka masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Mereka berharap, kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) serta aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan aktivitas ilegal driling di Kabupaten Musi Banyuasin demi mencegah terulangnya kejadian serupa dan melindungi lingkungan serta masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai adanya korban jiwa maupun kerugian materiil akibat kejadian ini.
Media ini konfirmasi Jumat (9/5) dengan Kanit Reskrim Polsek Keluang Iptu Dohan Yianda Prima, namum beliau enggan berkomentar. Ya, sepertinya bungkam. (tim)




