Kuasa Hukum Penggugat WK- HK Nyatakan Banding

24 Warga Desa Arisan Buntal (OKI) Minta Keadilan

 

KAYUAGUNG, SuaraSumselNews – UNTUK tetap mencari keadilan hukum, kuasa hukum dari 24 warga Desa Arisan Buntal Kayuagung, H Rusli Bastari, SH dan rekan menyatakan banding. Banding demi keadilan ini dilaksanakan setelah proses persidangan perdata di PN Kayuagung, berjalan hingga satu tahun.
Dimana oleh KPN Kayuagung Eddy Daulatta Sembiring, SH, MH menolak seluruh tuntutan penggugat, pada Senin (21/12).

Bahwa, sebagai kuasa hukum penggugat Rusli Bastari, merasa sangat tergugah hatinya atas kekecewaan warga. Memang benar mengalami kerugian matinya tanam tumbuh buah tahunan dampak dari timbunan jalan tol Kayuagung — Pematang Panggang.

Kita sangat menyesalkan keputusan hakim yg diketuai langsung oleh KPN Kayuagung, Eddy Daulatta Sembiring SH,MH menyatakan menolak seluruh tuntutan penggugat. Dan ini bukti adanya ketidak adilan terhadap masyarakat kecil. Padahal sangat jelas waktu dilakukan sidang lapangan, secara kasat mata fakta mengatakan hingga ribuan pohon tanaman buah tahunan dalam satu areal mati.

Yang tidak mungkin tanpa penyebab mati secara bersamaan. Fakta penyebab matinya tanaman tersebut adalah karena banjir menggenangi lokasi kebun hingga beberapa bulan lamanya. Jika dianggap banjir selalu ada, itu memang betul adanya ujar warga. Tapi banjir yang rutin tidak tergenang lama paling hingga sepuluh hari sudah surut, dan airnya tetap bening tidak keruh seperti banjir tergenang akibat timbunan tanah jalan tol ini.

Ya bahkan lamanya banjir hingga tiga bulan. Tentunya tanaman kami mati akibat banjir dengan air keruh dan berbulan-bulan. Makanya kami sangat kecewa dengan penegak hukum PN Kayuagung yang menolak segala tuntutan ganti kerugian terhadap PT Waskita Karya dan PT Hutama Karya.

Kami 24 orang warga Desa Arisan Buntal OKI melalui kuasa hukum H Rusli Bastari dan rekan dalam melakukan gugatan, tidaklah muluk-muluk berharap ganti kerugian yang penting kerugian kami diperhitungkan dan tidak ditolak mentah-mentah. Ya seperti sekarang ini oleh PN Kayuagung. Bahkan oleh Kepala PN Kayuagung yang langsung memimpin sidang putusan, ujar Irs kesal.

Sementara itu media ini, melalui warshap (WA) meminta waktu untuk konfirmasi, pihaknya tidak bersedia menjawab, dan hingga berita ini dimuat tidak berhasil dihubungi.

Banyak komentar masyarakat, khususnya warga OKI dan Ogan Ilir yang mencari keadilan di PN Kayuagung merasa tidak puas atas pelayanan PN Kayuagung dibawah kepemimpinan Eddy Daulatta Sembiring, SH, MH.

Salah satunya WD (46) tahun mengatakan kecewa atas penegakan hukum di PN Kayuagung, ujarnya.
Eddy Daulatta Sembiring sepertinya belum pas memimpin PN setingkat Kabupaten apa lagi yang lebih tinggi dari itu.

Pengamatan media ini dilapangan, memang sepertinya keadilan itu, khususnya pada tuntutan warga Desa Arisan Buntal OKI benar-benar tidak berpihak pada masyarakat kecil. Apalagi, matinya tanaman buah tahunan ini mati secara bersamaan dalam satu lokasi yang tidak mungkin tanpa sebab.

Sedangkan penyebab yang terlihat adalah dampak banjir tergenang hingga beberapa bulan disebabkan aliran air tertimbun tanah bangunan jalan tol Kayuagung — Pematang Panggang Sumsel.

Bahwa sidang putusan dilaksanakan pada Senin ( 21/12) di PN Kayuangung, setelah berlangsung sejak Januari 2020. Sidang perdana ditandai ketidak hadiran salah satu kuasa tergugat. Dan menyebabkan sidang ditunda satu minggu berikutnya.

Pada sidang lanjutan disepakati untuk dipasilitasi berdamai , Namun seiring waktu hingga habis masa waktu sidang ini tidak tercapai kesepakan damai, ditolak oleh tergugat 1 dan 2. Akhirnya sidang perdata dilanjutkan untuk berproses.

Dalam berproses sama seperti sebelumnya, kuasa hukum tergugat sering bergantian tidak hadir sehingga sidang ditunda. Berjalannya waktu sampailah wabah pandemi Covid -19 yang tidak memungkinkan sidang secara langsung. Maka dilaksanakan secara virtual atau sidang video .

Ironi memang, sering tidak hadirnya salah satu kuasa hukum tergugat 1 dan 2. Akhirnya sidang perdata ini memakan waktu hingga setahun. Dan sangat merugikan masyarakat, apa lagi pada sidang putusan PN Kayuagung menolak seluruh gugatan. (*)
laporan : gusti ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *