oleh

Keluhan dan Harapan Warga Kertapati, Disikapi Wawako

Kebutuhan Air PDAM dan Infrastrukur Menjadi Topik

PALEMBANG, SuaraSumselNews | KALI ini Wawako Palembang, Fitrianti Agustinda untuk silaturahmi bersama tokoh masyarakat coba ngantor di Kantor Kecamatan Kertapati, Selasa (7/12).

Ngantor ini bermaksud mendengarkan semua kendala dan keluhan serta usulan dari masyarakat secara langsung.

Kantor Kecamatan Kertapati adalah kecamatan yang ke delapan ngantornya Wawako. Hadirnya beliau tidaklah sendiri, pejabat yang turut serta dari PT.PLN Wilayah Jakabaring, PDAM Tirta Musi Wilayah Kertapati dan beberapa dinas terkait lainnya.

Dikesempatan tersebut Wawako yang didampingi Camat Kertapati, Khaerul Minsyar mendengarkan keluhan yang disampaikan para Ketua RT dan RW yang didampingi Lurah se Kecamatan Kertapsti. Dan saat itu diwakili 5 orang. Hal itu dilakukan untuk menjaga prokes.

BACA JUGA:  Oknum (A) Dosen Unsri Ditetapkan Tersangka

Dalam tatap muka itu, Nirwan Saputra Ketua RW 07 Kelurahan Kemang Agung mengakui banyak masyarakat sulit untuk punya Kartu Indonesia Sehat (KIS). Buktinya, saat di Dinas Sosial mereka dianggap mampu. Sedangkan kami mengetahui mereka tidak mampu, ujarnya.

Kemudian Umar Ketua RT 26 Kelurahan Keramasan, meminta untuk dibangunkan jembatan layang, jalan cor dan lampu jalan serta infrastruktur lainnya yang masih sangat minim didaerahnya.

Sambung Ambia Ketua RT 39 Kelurahan Karya Jaya juga mengeluhkan belum adanya air PDAM. Sedangkan kondisi air sungai sangat buruk. Hal ini pernah kami ajukan pada Juli 2015 lalundan sampai saat belum ada realisasinya.

Terkait hal tersebut, Fitri menjawab semua pertanyaan itu dengan bijak.
Ya tentunya harus warga Palembang, katanya. Dan lagi, bagi warga Palembang yang sakit wajib mendapatkan pelayanan
Ya terkait kartu KIS bisa menyusul, jelasnya seraya menyebutkan diketahui 96% atau 1,6 juta masyarakat sudah mendapat BPJS.

BACA JUGA:  Unsri, Mengundang, DPRD Sumsel tidak Akan Datang

Sementara terkait infrastruktur sudah masuk data E Planing untuk perencanaan tahun 2022. Jika belum artinya belum di ajukan saat Musrembang. Contoh, pipa induk sudah ada dan untuk pemasangan, tinggal dipilih saja, mau kolektif atau pasang pribadi dan ketentuan biaya kita serahkan ke pihak PDAM, tutur Wawako. (*)
laporan ; asnaini khamsin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.