Prokes di Masyarakat Makin Kendor
PALEMBANG, SuaraSumselNews | SAAT ini kasus Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) setiap harinya semakin bertambah banyak. Bahkan melonjak sampai ratusan kasus baru.
Misal pada Kamisb(3/2) kasus Covid-19 di Sumsel bertambah 112 orang. Dan kondisi ini mengundang kami kita menjadi prihatin.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy mengatakan, hal tersebut terjadi karena protokol kesehatan (Prokes) di masyakarat makin kendor, bahkan tidak peduli lagi dengan Prokes.
“Makanya, diimbau kepada masyarakat tetap terapakan Prokes dengan ketat dan perkuat imunitas tubuh serta percepatan vaksinasi,” kata Lesty Kamis kemarin (3/2).
Menurutnya, yang terpapar Covid-19 harus segera di tracing, kalau yang positif Covid-19 tidak bergejala di isolasi mandiri dan yang kontak erat juga diisolasi sampai hasil pemeriksaan keluar.
“Terkait adanya varian Omicron di Indonesia, di Sumsel belum ada laporannya. Provinsi Sumsel rutin mengirimkan sampel ke pusat. Namun memang hasil pemeriksaannya lama,” katanya.
Menurutnya, kalau yang terindikasi tentu ada, hanya yang menyatakan itu positif omicorn atau bukan di pusat. Karena sampel yang terindikasi tersebut dikirim ke pusat dan hasilnya dari pusat.
“Namun mau itu omicorn atau bukan tetap Covid-19 dan penanganannya sama. Jadi jangan tergantung pada hasil pemeriksaan ini omicorn atau bukan, yang jelas itu memang Covid-19. Penanganan dan pencegahannya juga tetap sama,” tegasnya
Sedangkan Kasi Survailens dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Yusri menambahkan, kondisi Covid-19 memang sedang meningkat secara nasional termasuk di Sumsel.
“Hal ini dikarenakan mamang aktivitas masyarakat yang meningkat dan juga Prokes yang terlihat mulai kendor. Untuk itu diimbau kepada masyarakat tetap terapakan Prokes dengan disiplin,” paparnya. (*)









纸飞机 不以广告为主要盈利模式,更专注于用户体验和隐私保护。