Harno Populis, Finda Disukai

Hasil Survei Kuadran dari 400 Respeonden

PALEMBANG, SuaraSumselNews- LEMBAGA Survei Kuadran dari 400 responden yang didapatkan, dari 18 Kecamatan di Kota Palembang, untuk tingkat popularitas Pasangan Calon (paslon) nama Harno-Finda menempati urutan pertama dengan perolehan 99%.

Disusul paslon Sarimuda-Rozak dengan perolehan 98,75% dan ditempat ketiga paslon Akbar-Hernoe dengan perolehan 79% serta yang menempati posisi terakhir paslon Mularis-Syaidina dengan angka 71,50%.

Direktur Eksekutif Kuadran, Didi Wahyudi saat merilis hasil temuan survei kepada sejumlah wartawan mengungkapkan, jika dari hasil tersebut diatas juga didapatkan masih ada 9,75 persen warga yang belum mengetahui jadwal pemilihan Wali Kota Palembang. Hal ini disampaikannya di ruang meeting Hotel Aryaduta, Rabu siang kemarin (23/5.

“Kami menggunakan cluster random sampling dengan tingkat kepercayaan sebesar 5% dan margin error sebesar 5% dari 400 responden yang kami lakukan mulai, 11 Mei hingga 18 Mei – 2018,” ujar Didi.

Dengan demikian, maka hasil survei popularitas tersebut sesuai dengan nomor urut yang didapatkan para paslon wali kota dan wakil wali kota Palembang.

“Namun, untuk tingkat ketersukaan atau akseptabilitas calon wali kota yang paling tinggi ada nama Sarimuda dengan 75,25% suara. Disusul, Harnojoyo dengan 68,50%, ketiga ada Akbar dengan 52,25% dan terakhir Mularis dengan 51%.

Meski begitu, suara Harno didongkrak oleh ketersukaan masyarakat kepada Cawawako Finda yang memperoleh angka 55,25%. Kemudian Abdul Rozak dengan 48,50%, disusul Hernoe dengan 32,25%, terakhir Syaidina Ali dengan 31%,” paparnya.

Masih kata dia, jika pemilihan dilaksanakan hari ini (23/5) maka perolehan suara akan dimenangkan pasangan calon Harno-Finda yang mendapat perolehan 31,25%. Dan di tempat kedua Sarimuda-Rozak dengan perolehan 28,75%. Sedangkan paslon Akbar-Hernoe mendapat 23,25% dan paslon Mularis-Syaidina, hanya memperoleh 9,25%. Selain itu juga terdapat swing voter sebesar 7,50%.

“Sebenarnya tiga paslon teratas masih punya kemungkinan menang. Apalagi bisa merebut suara swing voter yang sampai saat ini belum menentukan pilihan,” ulasnya.

Ditambahkannya, mengingat masih ada 9,75% masyarakat yang belum tahu jadwal Pilwako 2018, maka harus ada peran serta KPU dan media massa sebagai pilar penting dalam sosialisasi.

“Harus ada juga peran dari Bawaslu untuk meminimalisir angka pragmatisme dan praktik politik uang yang ada,” tegasnya. (*)

laporan : winarni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *