Bupati Toha Minta Jauhi Narkoba dan Miras
SUNGAI LILIN, SuaraSumselNews – SANGAT meriah dan semarak perayaan budaya tahunan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali bergulir. Festival Randik XXI Tahun 2025 digelar dengan khidmat dan meriah di Halaman Kantor Camat Sungai Lilin Selasa (30/9).
Pemukulan Tambo secara simbolis oleh Bupati Muba H. M. Toha Tohet S.H menandai dimulainya perhelatan akbar ini yang berlangsung hingga 2 Oktober 2025. Dengan tema Besar Menjaga Warisan Budaya sebagai identitas daerah.
Pembukaan Festival Randik tahun ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya dilaksanakan diluar ibu kota kabupaten. Keputusan ini, didukung penuh oleh Plt. Camat Sungai Lilin Irfan Afriadi, S.IP., M.Si.
Ya, tentu tujuannya untuk mensosialisasikan dan mendekatkan langsung kekayaan seni serta tradisi Muba kepada masyarakat. Dan sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Muba ke 69.
Acara dihadiri jajaran pejabat, Wakil Bupati Kyai Rohman, Staf Ahli Bupati Bid. Politik, Hukum dan Pemerintahan Dr. Drs. H. Iskandar Syahrianto, MH.
Kemudian. Asisten I Ardiansyah, SE., MM, Ph.D,CMA, Plt. Kepala Disdikbud Muba Drs. Syafarudin, M.Si, Staf Ahli TP. PKK Kabupaten Musi Banyuasin Nabila Khairunnisa.
Juga, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI Prov. Sumsel Kristanto Januardi S.S, M.M. Presdir PT. Hindoli Erwin Suryajaya, Kasdim 0401 Mayor Inf. Nursigit Prasetyo, Kapolsek Sungai Lilin AKP. Jon Kanedi, seluruh Kepala Perangkat Daerah, Kabag Setda, Camat se-Kabupaten Muba, dan unsur Forkopimcam.
Plt. Kepala Disdikbud Muba, Drs. Syafarudin, M.Si, mengungkapkan kebanggaannya atas pelaksanaan Festival Randik di kecamatan lain. Ia menjelaskan, acara ini diselenggarakan dari tanggal 30 September hingga 2 Oktober 2025. Dengan 5 cabang utama, vokal solo, senjang, tari kreasi, irama batang hari sembilan, dan monolog.
Stafarudin menekankan bahwa Festival Randik menjadi wadah pengenalan dan sosialisasi langsung pada masyarakat maupun generasi muda. Mengingat kesenian seperti senjang dan irama batang hari sembilan di tiap daerah Muba memiliki ciri khasnya, baik dalam irama, bait, maupun nada yang berbeda.
“Kami berharap acara ini dapat bermanfaat dalam pengenalan sejak dini terhadap nilai kebudayaan dan menjaga kelestarian budaya lokal.
Serta dapat mengantisipasi perkembangan digitalisasi yang cenderung menampilkan budaya kebaratan dan menjerumuskan generasi penerus,” ujar Syafarudin.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumatera Selatan, Kristanto Januardi, S.S., M.M., yang bertanggung jawab untuk pelestarian kebudayaan di wilayah Sumsel memberikan apresiasi.
Bahwa terselenggaranya acara hingga ke-21 kalinya ini adalah bukti nyata antusiasme masyarakat dan penghargaan pemerintah daerah terhadap seni budaya serta para penggiat budaya lokal di Muba.
Kristanto juga mengajak masyarakat dan komunitas untuk memanfaatkan program dari kementerian, salah satunya Dana Indonesia, yang bisa diikuti perorangan maupun komunitas dalam beraktivitas kebudayaan.
Ia juga mengumumkan kabar gembira, menyusul penetapan tari Stabik sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tahun lalu, akan ada 5 Warisan Budaya Tak Benda Indonesia lagi yang akan ditetapkan dan berasal dari Muba di masa depan.
Festival Randik XXI tak hanya diisi penampilan budaya tingkat kabupaten/kota, nasional, dan internasional. Juga menampilkan semangat gotong royong, kreativitas seni, dan inovasi masyarakat melalui ragam perlombaan, bazar, dan stand UMKM kuliner dari berbagai kecamatan.
Acara ini menjadi ajang promosi bagi pelaku UMKM, pengerajin, kuliner, dan generasi muda untuk memperkenalkan kreasi makanan tradisional maupun inovasi modern.
Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah pengumuman hasil kompetisi. Dalam Kategori Video Profil Sekolah (SMP), SMP Negeri 1 Babat Toman berhasil menyabet Juara 1 dengan profil sekolah mereka. Di kategori film dokumenter umum, film berjudul “Puyang Putri Rinai Munai” tampil sebagai yang terbaik, meraih Juara 1. Diikuti oleh “Buai” sebagai Juara 2, dan “Warisan Rasa” menempati posisi Juara 3. Judul film “Filosofi Lidi Sawit” juga mendapat apresiasi.
Dan kategori Film Fiksi Umum menobatkan film “Tomprengan Beras” sebagai Juara 1. Film “Rumpun” meraih Juara 2, dan “Senandung Rindu” berhasil menjadi Juara 3. Sementara itu, film “Warisan Tawa Permainan Muba” dan “Ningkuk” juga turut diumumkan.
Tingkat Sekolah Dasar (SD) juga menunjukkan bakatnya dalam Kategori Video Profil Sekolah (SD). Juara 1 diraih oleh profil dari SD Negeri 1 Muara Teladan dengan judul “Disini Aku Menemukan Harta Karunku”. Juara 2 jatuh kepada SD Negeri 2 Senawar, dan Juara 3 diamankan oleh SD Negeri 3 Sekayu. Beberapa sekolah lain yang mendapat perhatian termasuk SD Negeri Suka Makmur, SD Negeri Talang Samabat (“Sister”), dan SDN Tri Mulya Agung.
Selain dunia film, Festival Randik juga menggelar Lomba Memasak Kuliner Khas Musi Banyuasin. Kompetisi ini dibagi berdasarkan tingkatan guru. Untuk tingkat Guru SD/MI se-Kabupaten Muba, Kecamatan Jirak Jaya berhasil meraih Juara 1. Kecamatan Keluang menduduki posisi Juara 2, dan Kecamatan Sungai Lilin meraih Juara 3. Kecamatan Lalan juga mendapat apresiasi sebagai Juara Harapan 1.
Sementara itu, untuk Tingkat Guru SMP/MTS se-Kabupaten Muba, perwakilan dari Kecamatan Jirak Jaya kembali berjaya dengan merebut Juara 1. Posisi Juara Harapan 1 diraih oleh Kecamatan Sekayu, Juara Harapan 2 oleh Kecamatan Babat Supat, dan Juara Harapan 3 disabet oleh Kecamatan Lalan. Kecamatan Sanga Desa juga tercatat meraih Juara 2, dan Kecamatan Babat Toman berhasil meraih Juara 3.
Bupati H. M. Toha Tohet, S.H menyampaikan rasa bangganya atas konsistensi Muba merayakan Festival Randik selama 21 tahun. Bupati menegaskan bahwa ke depan, masih banyak tradisi dan kesenian di Muba yang akan dikumpulkan menjadi satu dalam Festival Randik. Dan acara ini akan terus dilaksanakan secara bergilir di tiap kecamatan.
Bupati mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang lomba. “Semoga para pemenang menjadi contoh, dan yang belum menang agar menerima kekalahan dan berusaha untuk perlombaan di tahun depan,” pesannya. (*)




