Dua Pencuri Mesin Giling Dilumpuhkan Timah Panas

Buron Sejak Desember 2019

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews | Buronan berhasil diringkus, Unit 4 Subdit III Jatanras Polda Sumsel tangkap dua pencuri mesin penggiling padi di Jalan Sritiga Kecamatan Sumber Marga Telang Kabupaten Banyuasin, Selasa 24 Desember 2019 lalu.

Robert David Chaniago (23) dan Toni Hernawan (22) warga Jalur 6 Desa Sumber Mulia Kecamatan Muara Talang Kabupaten Banyuasin. Keduanya terpaksa dipelori dengan timah panas oleh petugas lantaran mencoba melarikan diri, saat akan ditangkap, Rabu kemarin (15/4).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan melalui Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi, mengatakan, tersangka ditangkap karena terlibat kasus pencurian mesin penggilingan padi. Diduga tersangka juga melakukan pencurian sarang walet tapi kasusnya masih dalam proses pengembangan lebih lanjut.

“Dalam beraksi tersangka melakukan pencurian mesin padi di daerah Jalur dimana mesin padi pada saat mesin sedang diparkirkan. Kedua tersangka mencuri roda, trek, injeksi pump, blower serta gaer,” kata dia.

Usai mencuri mesin, tersangka menjual barang hasil curiannya kepada seseorang bernama Maeling (DPO) dengan harga Rp 3 juta dan uang hasil penjualan dibagi dua oleh pelaku.

“Setelah mendapatkan informasi bahwa tersangka sedang ada di rumah, anggota yang langsung melakukan penangkapan dengan di pimpin oleh Kanit 4 Kompol Zainuri. Alhamdulillah. Ke dua pelaku berhasil ditangkap. Kedua pelaku harus dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melarikan diri pada saat akan ditangkap,” urai Suryadi, Sabtu (18/4).

Anehnya, tersangka Toni, mengaku didepan petugas sebelum melakukan pencurian mereka terlebih dahulu izin kepada pemiliknya dengan kalimat “boleh tidak kami mengambil mesin ini”. Namun tidak diperbolehkan oleh pemiliknya, dan mereka nekat mencuri pada malam hari.

“Kami beduo ngembek mesin itu malem-malem, mesin itu kami jual samo kawan kami di Jalur 16 dengan hargo Rp 3 juta rupiah,” jelas Toni. (*)

reporter : adeni andriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *