KAYUAGUNG, SuaraSumselNews – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mendorong pelaku industri di daerah untuk mengembangkan pola kerja sama dan sumber pembiayaan alternatif guna memperkuat perekonomian, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Penegasan itu dia sampaikan saat menutup rangkaian kunjungan kerjanya dengan meninjau salah satu pabrik tapioka di kawasan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis kemarin (9/7).
Herman Deru mengamati langsung proses produksi tepung tapioka yang menggunakan bahan baku ubi kayu. Selama kurang lebih 30 menit, ia berkeliling melihat tahapan pengolahan hingga menjadi produk siap dipasarkan.
Menurutnya, keberadaan industri seperti pabrik tapioka dapat menjadi contoh bagaimana sektor ekonomi dapat berkembang tanpa sepenuhnya bergantung pada dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Di tengah efisiensi, masih ada cara agar kita tidak selalu tergantung pada APBN ataupun APBD. Contohnya dari pabrik tapioka ini,” ujar Herman Deru.
Ia mengatakan, berbagai kebutuhan pendukung yang belum terpenuhi dapat dicarikan solusi melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun peneliti.
Salah satu contoh yang disorot yakni pemanfaatan potensi turunan dari industri tapioka, seperti penyediaan bahan pakan ternak yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
“Ini bisa dikerjasamakan dengan pengusaha, akademisi, maupun peneliti. Sinergi ini yang akan membuat ekonomi kita jalan,” tegasnya. (*)






