Percantik Sekanak Lambidaro
PALEMBANG, SuaraSumselNews | OBYEK wisata baru yang terletak di jantung kota ini menawarkan banyak spot foto baru untuk instagramable dengan menawarkan kecantikan Sekanak Lambidaro yang telah selesai direstorasi, menjadi program yang berhasil di mata Gubernur Sumsel H. Herman Deru.
“Ini patut didukung karena usaha dan kerja keras jajaran Pemkot Palembang dalam bahu-membahu menjadikan kota Palembang lebih baik sudah diwujudkan dengan mengembalikan keaslian Sungai Sekanak Lambidaro,” ungkapnya.
Menurut Herman Deru, mengembalikan keindahan serta fungsi anak sungai mulai dari merestorasi beberapa bagian aliran Sungai Sekanak dari Jeramba Karang itu menjadi titik awal Wali kota Palembang saat itu, sebagai bentuk komitmen Harnojoyo untuk mengembalikan fungsi sungai lainnya.
“Ini sudah terbukti akan mempercantik Sekanak Lambidaro,” jelasnya.
Bahkan Herman Deru menjanjikan Festival Sekanak Lambidaro yang berhasil menyita perhatian banyak warga Palembang ini akan menjadi even tahunan.
“Ini festival akan menjadi agenda tahunan wisata di Palembang, pasti semua setujukan,” tutupnya.
Namun dibalik keindahan Sekanak Lambidaro sekarang, dulunya sangat kotor dan berbau tidak sedap ini, ternyata memiliki history ide kreatif Wali kota Palembang Harnojoyo untuk mengubahnya, setelah menyaksikan langsung lomba susur Sungai Sekanak oleh komunitas pencinta sungai mengunakan ban dalam bekas mobil.
Disampaikan Harnojoyo, dari lomba itulah dirinya berkeinginan keras merestorasi Sungai Sekanak.
“Dari lomba susur sungai inilah, kita mempunyai cita cita besar,” ungkap Wali kota Palembang H. Harnojoyo menceritakan kembali alasan dirinya merestorasi Sekanak Lambidaro.
Saat itu, kata Harnojoyo tepatnya di 2017, sebanyak 20 peserta dari 7 komunitas pecinta sungai bersemangat menyusuri sungai sepanjang 3 km tersebut.
“Dan ada masyarakat yang memberanikan diri menceritakan dengan saya sejarah singkat Sungai Sekanak yang langsung terhubung dengan Sungai Lambidaro,” jelasnya.
Dari cerita pria berusia lanjut itulah, sambung Harnojoyo, dirinya mengetahui sejarah 60 tahun yang lalu tentang Sungai Sekanak.
“Sebagai sarana transportasi petani mengangkut hasil alamnya, dan dulunya ikannya sangat banyak dan airnya bisa digunakan untuk sehari hari,” kata Harnojoyo menirukan cerita itu.
Dari sejarah inilah, akhirnya orang nomor satu di kota ini, berkeinginan untuk merestorasinya kembali.
“2018 kita mulai melakukan restorasi dari muara Sungai Sekanak dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kota sebesar Rp 10 M, dan keindahannya langsung viral di medsos,” sebut Harnojoyo mengenang awal sejarah pembangunannya.
Tidak berhenti di situ, lanjut dia, restorasi pembangunannya kembali berlanjut di tahun 2019.
“Tepatnya Juli 2019, Pemkot Palembang (bersama seluruh kepala daerah lainnya) beraudensi dengan Kementerian PUPR, dan kita mengutarakan untuk merestorasi Sekanak Lambidaro dan langsung disetujui dan mendapat dukungan penuh Gubernur Sumsel,” kenang Harnojoyo.
Pembangunan pun kembali berlanjut di tahun 2019 dari Balai Sungai Sumatera VIII.
Nah, proses pelaksanaan pembersihan dan menghilangkan bau tidak sedap itulah, terang Harnojoyo, menjadi tantangan tersendiri terutama dalam menyadarkan masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai tersebut.
“Di tahun 2020 kita mendapat bantuan dari Pemerintahan Ausralia untuk membangun IPAL dan difokuskan ke Sungai Sekanak,” jelasnya.
Sementara, untuk pengelolaan sampah padat, dirinya mengandeng pihak ketiga untuk inseneratornya.
“Insenerator ini mampu membakar 1.000 ton sampah per hari dari 1.200 000 ton yang dihasilkan per hari, dan hanya 600 ton sampah di bawah ke TPA,” jelasnya. (*)





了解Telegram如何通过其创新功能重新定义即时通讯。访问电报下载,探索其加密、速度和多媒体支持。开启您的安全沟通之旅。