Deru Ingatkan Mau tak Mau Kita Harus “Hanyut” di Era Informasi

PALEMBANG, SuaraSumselNews – SUMATERA Selatan (Sumsel) tepatnya di Kota Palembang yang menjadi kota pertama penyelenggaraan Safari Jurnalistik (Safjur) 2022, bertema “Peran Media dalam Membangun Reputasi Industri Hulu Migas sebagai Penggerak Ekonomi Nasional”.

Ketua Umum PWI Pusat, Atal Sembiring Depari mengatakan Kota Palembang menjadi kota pertama penyelenggaraan Safjur ini. “Kalau kita bicara Safari Jurnalistik, sebenarnya lahir di sini. Tapi formatnya tidak seperti dulu. Tapi sekarang walau pun satu hari, tapi mutunya luar biasa. Pendidikan jurnalisitik ini, dia adalah yang utama, karena itu disebut multitasking,” ujar dia.

Kata Atal, kegiatan ini merupakan kerja sama PWI Pusat, PWI Sumsel dengan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), PT Pertamina (Persero).

Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Nurjaman mengatakan Safjur di Kota Palembang ini bekerja sama dengan PHE Zona 4. “Kota Palembang menjadi kota pertama penyelenggaraan Safjur ini. Setelah Palembang, Safari Jurnalistik akan berlangsung di Jambi, Riau dan Aceh,” kata Nurjaman.

Safari Jurnalistik yang berlangsung, Jumat (11/1) di Hotel Beston Palembang itu dibuka oleh Gubernur Sumsel, H Herman Deru.

Sementara, Gubernur Sumtara Selatan, H Herman Deru menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Dan menurut dia, Safjur ini bisa terus digiatkan lantaran mampu meningkatkan kompentensi wartawan di Sumsel ketika menjalankan tugas jurnalistiknya.

“KIta ini harus up to date atau bertransformasi. Mau tidak mau kita harus “hanyut” di era informasi ini,” kata dia.

Ia mencontohkan, sejak Pandemi COVID-19 melanda Indonesia, aktivitas warga pun terganggu.

“Mau tidak mau, semua orang harus beradaptasi dengan teknologi. anak sekolah misalnya, harus bersekolah menggunakan teknologi melalui ZOOM Meeting. Digitalisasi yang mungkin bisa gunakan 10 tahun lagi, karena COVID-19, mau tidak mau harus kita gunakan,” tutur HD.

Gubernur Sumsel ini juga mengajak semua warga agar mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. “PWI adalah payung bersar bagi para wartawan. Wartawan butuh ini, tapi nonwartawan juga butuh ini, misalnya ASN, epala desa, guru, dan-lain. Semua elemen di pemerintah provinsi harus paham dan pintar,” tutur dia.

Juga, Ketua PWI Sumsel, Firdaus Komar menyambut baik penyelenggaraan Safjur ini. “PWI Sumsel akan menindaklanjuti (follow up) permintaan Pak Gubernur untuk literasi digital hingga aparat dan sampai ke tingkat desa,” ujar Firko, sapaan akrabnya.

Dari pantauan, Safjur ini diikuti sekitar 100 wartawan dari seluruh Sumsel. Acara ini juga dihadiri Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, Ketua SKK Migas Perwakilan Sumsel, Anggono Mahendrawan. General Manager Pertamina Zona 4, Agus Amperianto, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Nurjaman Mochtar, Direktur Sekolah Jurnalisme Indonesia PWI Pusat, Ahmed Kurnia, Wakil Sekjen PWI Pusat Suprapto Sastro Atmojo, Pemred Kumparan Wendiyanto Saputro, Direktur Eksekutif Komunikonten Hariqo Wibawa Satria, serta Jurnalis Senior, Merdi Sofansyah.

Kepala SKK Migas Sumbagsel Anggono Hendrawan mengapresiasi PHE Zona 4 yang telah melaksanakan Safari Jurnalistik ini. Menurut dia, Safari Jurnalistik wujud dari komitmen industri hulu migas meningkatkan kualitas dan kompetensi wartawan.

“Kami di hulu migas mempunyai amanah untuk memberikan kontirbusi dalam kegiatan hulu migas. Pertamina adalah salah satu KKKS. Sumsel menyumbang 11% minyak dan 28% gas produksi nasional,” kata dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *