Contohlah SMAN 3 Adakan Workshop Digital Para Guru

Disdik Sumsel Apresiasi Peningkatan Kompetensi

PALEMBANG, SuaraSumselNews | WORKSHOP peningkatan kompetensi guru dalam perencanaan pembelajaran dan pengembangan bahan ajar digital diselenggarakan di Aula SMA 3 Palembang, Rabu kemarin (30/6).

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs H Riza Fahlevi, MM mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami dari Dinas Pendidikan Sumsel memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Pada keluarga besar SMA 3 yang dipimpin oleh Sugiono selenggarakan kegiatan ini,” ujarnya Riza.

Lebih lanjut, dia mengatakan sekarang sudah saatnya kita memasuki pembelajaran dalam sistem digital. Apalagi dimasa pandemi seperti ini. Jadi diadakan workshop bagi para guru.
“Sekarang sudah eranya digital, apalagi sekarang pandemi Covid-19. Tentu pembelajaran itu ada hybrid learning yakni campuran dari daring dan luring.

Makanya, guru harus menguasai digital bagaimana saat belajar serentak ada yang luring dan daring. Jadi anak ada yang dikelas juga ada yang dirumah. Dan harus siap menerima daring. Jadi hari ini dilaksanakan workshop,” katanya.

Riza berharap semoga para guru di SMAN 3 ini menjadi contoh bagi para guru-guru disekolah lainnya. “Mudah-mudahan semua guru disekolah lain bisa mencontoh seperti di SMAN 3 ini untuk memanfaatkan waktu. Apalagi sekarang sedang masa libur karena baru berakhir kegiatan belajar tahun sebelumnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 3 Palembang, Sugiono mengatakan jumlah peserta yang mengikuti workshop kali ini sebanyak 70 guru. Semuanya guru SMAN 3 Palembang. Tujuannya untuk menghadapi PTN, persiapan akreditasi sekolah, dan peningkatan kompetensi guru.

Lanjut, Sugiono bahwa semua guru di SMAN 3 ini harus paham dengan teknologi dan tidak gaptek. “Teknologinya yaitu komputer, android, jaringannya dan semuanya. Jadi Insya Allah semua guru ini tidak gaptek. Saya jamin walaupun ada guru-guru yang menjelang pensiun mampu menjalankan tugas sebagai guru dalam proses pembelajaran daring. Apalagi workshop ini untuk persiapan daring dan tatap muka. Kombinasi antara luring dan daring itu yang disebut dengan pembelajaran hybrid learning,” kilahnya.. (*)
laporan : winarni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *