Sopir Angdes Indralaya, Mengeluh
INDRALAYA, SuaraSumselNews- BAHAN Bakar Minyak (BBM) jenis premium di SPBU Kota Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), terus menyusut. Bahkan kadang-kadang tidak ada persedian alias kosong atau langka.
Kejadian ini hampir setiap hari dijumpai di masing-masing SPBU yang ada di ibu kota Kabupaten Ogan Ilir ini. Dampaknya, meski premium tersedia, tak luput para konsumen harus antri panjang. Pemandangan terlihat disalah satu SPBU, dimana puluhan mobil Angkot dan Angdes antrian untuk dapatkan BBM jenis premium yang kini mulai langka.
Kepada SuaraSumselNews kemarin, Pak Een (30) salah seorang sopir Angkot Indralaya mengakui, sekarang semakin sulit untuk mendapatkan BBM jenis premium. Kadang-kadang sudah habis bahkan tidak ada sama sekali. Meskipun ada, terpaksa semua sopir Angkot dan Angdes, antrian cukup panjang dan lama.
Jadi heran, toh kata pemerintahan sekarang ini pro rakyat, tapi kenyataannya, rakyat tambah susah. Hanya untuk mendapatkan BBM premium, sulit didapat. Itupun bukan gratis dan kita membeli.
Kita sebagai sopir Angkot dan Angdes ini adalah rakyat golongan kecil dan berpenghasilan sangat rendah. Kalau kita paksakan gunakan BBM jenis Pertalite untuk operasional Angkot dan Angdes, uang yang diperoleh tak seimbang dengan pengeluaran. Dampaknya, penghasilan untuk biaya hidup keluarga tak didapat.
Diakuinya, sejak diberlakukan kebijakan pemerintah tentang BBM jenis pertalite, maka BBM jenis premium menjadi berkurang alias langka. Buktinya, nyaris semua SPBU yang ada di Ogan Ilir hampir tak sediakan BBM tersebut. Kalaupun ada, itupun, pihak SPBU diatur waktu penyalurannya dengan alasan terbatasnya suplai dari Pertamina. (*)




