oleh

Anwar Sy Rasuan Raih Kartu Pers Nomor Satu

Diserahkan di Puncak HPN, Disaksikan Presiden Joko Widodo

PALEMBANG, SuaraSumselNews | PEMIMPIN Redaksi (Pemred) SuaraSumselNews yang juga Wakil Ketua PWI Sumsel, M. Anwar Sy Rasuan menjadi penerima Press Card Number One (PCNO) 2022.

Wartawan senior asal Sumatera Selatan ini, sebagai penerima PCNO, rencananya Kartu Pers Utama atau nomor satu ini diserahkan pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2022 di Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra). Dan disaksikan Presiden Joko Widodo.

Kepastian itu diketahui setelah Ketua Umum PWI Pusat, Atsl S Depari mengeluarkan surat Nomor : 59/PWI-P/HPN/2022. Surat ditujukan kepada M
Anwar Sy Rasuan untuk menghadiri undangan HPN di Kendari.

Sekaligus menerima PCNO 2022. “Kartu Pers Nomor Satu diberikan setelah melalui seleksi yang sangat ketat mulai dari level daerah hingga ke level nasional, ” kata Atal Senin (17/1) kemarin.

BACA JUGA:  Lagi, PLN UIK Sumbagsel Raih Proper Hijau

Pemberian kartu ini merupakan bentuk penghargaan yang diberikan oleh komunitas Pers yang tergabung dalam Panitia Pusat Hari Pers. Diberikan kepada orang-orang Pers yang telah menunjukan kunerja profesional, berdedikasi, pengorbanan kepada dunia Pers, kebebasan Pers, di tahun-tahun pengabdiannya.

Pemberian PCNO ini menyimbolkan upaya masyarakat Pers untuk memperlihatkan orang-orang yang patut menjadi teladan di bidang Pers. Dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pekerja pers. Khususnya kaum muda untuk meniru dan meneruskan jejak mereka.

“Pemberian kartu ini juga sekaligus menunjukan bahwa di tengah sorotan tajam atas kinerja Pers yang sering dianggap kebablasan, ada orang-orang yang teguh dengan sikap profesional dalam menekuni kerjanya. Dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika profesional, ungkap Atal.

BACA JUGA:  Waw, Heboh, Harimau Sumatera Muncukan Dirii di Kebun Karet

Penerima PCNO haruslah memenuhi satu atau lebih kriteria. Seperti menghasilkan karya jurnalistik yang diakui di tingkat nasional, terlebih lagi internasional. Menghasilkan karya jurnalistik secara konsisten, minimal 25; tahun (berita, tulisan, tajuk rencana, foto). Lalu menjadi pelopor pengembangan genre jurnalistik di tanah air secara konsisten berkontribusi memajukan jurnalistik Indonesia. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait