Angka Kemiskinan Banyuasin Menurun Hingga 10.75 Persen

BANYUASIN, SuaraSumselNews | DITENGAH pandemi Covid-19 yang saat ini masih terjadi, Kabupaten Banyuasin masih bisa menekan untuk menurunkan angka kemiskinan.

Data yang diperoleh dari rapat yang dipimpin Bupati Banyuasin H Askolani Jasi bersama Badan Pusat Statistik, di tahun 2021 Banyuasin berada di posisi ketiga dalam menekan angka kemiskinan.

Kabupaten Banyuasin, berada di posisi ketiga dengan jumlah 10.75 persen dalam menekan untuk menurunkan angka kemiskinan di tahun 2021.

Posisi pertama ada Kota Pagaralam dan di posisi kedua ada OKU Timur yang bisa menurunkan angka kemiskinan.
Di tahun 2020, angka kemiskinan di Banyuasin mencapai 11.17 persen. Sedangkan di tahun 2021 turun menjadi 10.75 persen atau sebanyak 94.080 jiwa.

Penekanan jumlah penurunan angka kemiskinan ini, dilakukan dengan terus meningkatnya populasi penduduk yang ada di wilayah Banyuasin.

Setidaknya, di tahun 2020 jumlah penduduk di Banyuasin sebanyak 837.014 juta. Namun, di tahun 2021 mengalami kenaikan populasi sebanyak 843.871.

Penurunan angka kemiskinan yang ada di Banyuasin, selain dengan adanya peningkatan ekonomi dan taraf hidup masyarakat, juga karena adanya peningkatan produk domestik yang dihasilkan.

Produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku di tahun 2020 senilai 29.100.611 rupiah. Sedangkan di tahun 2021 naik menjadi 30.985.984 rupiah.

“Hampir semua sektor yang mendukung, turunnya angka kemiskinan di Banyuasin. Dengan tujuh program dan 12 gerakan yang saat ini sudah berjalan, ini juga menjadi faktor turunnya angka kemiskinan di Banyuasin,” kata Bupati Banyuasin H Askolani Jasi, Selasa (15/3).

Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuasin dinilai juga lebih cepat. Pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi sebesar 3,84 persen ini, dinggap lebih cepat bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 mencapai 0,13 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi juga didorong di hampir seluruh kategori lapangan usaha.

Pertumbuhan tertinggi, dicapai dari Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran seperti reparasi mobil dan sepeda motor yang tumbuh sebesar 7,29 persen.

Meski di masa pendemi, kami dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan. Seperti visi misi kami Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera, dengan program-program kerakyatan seperti tujuh program dengan 12 gerakan.

‘Selain itu, perbaikan infrastruktur yang juga kami lakukan dan menjadi faktor meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tegasnya. (sp/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *