“Akhirnya, Jono Ditemukan”

Bagian Kepalanya Tercabit-Cabit Buaya

BANYUASIN, SuaraSumselNews | AKHIRNYA Tim Gabungan (Timgab) BPBD Kabupaten Banyuasin bersama warga menemukan jasad Jono (57), petani kelapa warga Talang Kacang RT4 RW 1 Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, yang hilang diterkam buaya. Dan korban ditemukan dengan kondisi bagian kepalanya hancur.

Camat Suak Tapeh Banyuasin, Shahasdiman Ralibi kepada media ini mengatakan bahwa pihaknya bersama warga sekitar melakukan penyisiran di sepanjang tepian Sungai Sedang dengan berbekal senter dan kayu.

“Bahkan upaya pencarian sempat dihentikan karena sudah tengah malam. Selain itu dengan kondisi cuaca yang turun hujan. Makanya, tim sepakat kembali melanjutkan pencarian esok paginya,” ujarnya, Jumat kemarin (17/12).

Toh pagi harinya, lanjut Shahasdiman, tim gabungan kembali melakukan pencarian dengan dibantu warga dan keluarga. Bahkan, warga juga mengundang dua pawang buaya yang berasal dari Pemulutan Ogan Ilir dan Langkan Banyuasin.

“Ada petunjuk dari pawang, kalau korban ini berada di dasar sungai. Percaya tidak percaya, karena menurut pawang korban itu berada 500 meter dari lokasi awal disambar,” katanya.

Tim gabungan pun menuruti apa yang diarahkan pawang. Sekitar 500 meter dari lokasi awal korban disambar, tim bersama keluarga dan warga memutuskan mencari korban di titik 500 meter dari tempat awal disambarnya korban.

“Sekitar pukul 11.00 WIB korban Jono ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Saat diangkat, kondisinya sudah tercabik-cabik. Kepala korban juga sudah hancur, mungkin karena buaya yang menyambarnya. Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dimasukan ke kantong mayat. Karena kondisi mayat yang sudah tercabik-cabik dan kepala tidak utuh lagi,” katanya.

Sementara informasi yang didapat, Sungai Sedang tersebut diketahui merupakan perlintasan buaya. Namun, menurutnya belum bisa dipastikan bila Sungai Sedang merupakan habitat dari buaya muara.

“Kami juga mengimbau masyarakat yang biasa beraktivitas berkebun di dekat tepian sungai agar lebih waspada. Karena, terkadang buaya muncul tidak terlihat lantaran tertutupi rerumputan dan tanaman air lainnya,” tuturnya.(*)
laporan ; temu jen husni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

Berita Terkait