Airlangga Kenalkan Anita Cawagub Sumsel dari Partai Golkar

PALEMBANG, SuaraSumselNews | SIAPA B1.KWK dari DPP Partai Golkar, meski teka-teki kandidat yang bakal didukung maju dalam Pilgub Sumsel sepertinya sudah terungkap.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyampaikan itu saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Bapera Sumsel di Beston Hotel Palembang, kemarin (20/7) petang.

Airlangga mengenalkan Ketua DPRD Sumsel itu akan menjadi calon Wakil Gubernur Sumsel yang diusung oleh Partai Golkar.

“Dan ini adalah RA Anita Noeringhati, calon Wakil Gubernur dari Partai Golkar,” kata Airlangga. Dengan kata lain, Golkar mendukung duet Mawardi Yahya-Anita Noeringhati (MataHati) untuk maju dalam Pilgub Sumsel 27 November 2024.

Pernyataan Airlangga itu disambut tepuk tangan meriah dari para kader yang memadati ballroom Beston Hotel. Anita kemarin tampak terus mendampingi Airlangga yang melakukan kunjungan kerja ke Palembang.

Hadir dalam Rakerda Bapera, Fadh El Fouz Ar Rafiq, Ketua Bapera Sumsel Andi Dinialdi, yang juga merupakan Sekretaris DPD Partai Golkar serta fungsionaris Golkar Sumsel lainnya.

Namun memang, untuk SK resminya belum dikeluarkan DPP Partai Golkar. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel, Bobby Adhityo Rizaldi kepada media di Griya Agung mengatakan, rekomendasi untuk para bakal calon dari Golkar yang akan maju dalam pilkada di Sumsel masih berproses.

Dimulai dari survei pertama kemudian survei kedua. “Semoga nanti ada perkembangan baru dari Wakil Ketua Umum Pemenangan Bappilu Partai Golkar, Dolly Kurnia,” ujarnya.

Bobby sendiri menjelaskan seharusnya, hari ini (Minggu) ada acara internal Golkar di Palembang, yang dilaksanakan DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel.

“Tapi karena agenda yang cukup padat dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Pak Airlangga, terpaksa ditunda,” ujar Bobby.

Rekomendasi untuk bakal calon gubernur yang diusung oleh Partai Golkar nanti akan disampaikan langsung oleh Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.

“Seperti yang diumumkan dua hari yang lalu untuk 10 daerah. Disampaikan oleh beliau kepada calon yang diberikan rekomendasi,” imbuhnya. Bentuk dukungan ada beberapa. Ada berupa surat keputusan (SK), rekomendasi atau surat instruksi.

Dan itu kami belum diinfokan lebih lanjut. Tiap minggu DPP Golkar akan penyampaian surat-surat tersebut,” tambahnya. Ada pun 10 dukungan yang dikeluarkan baru untuk 10 provinsi, belum termasuk Sumsel.

“Kita harapkan juga untuk Sumsel secepat mungkin bisa kelar,” tambah Bobby. Dari Sumsel, beberapa nama yang ikut survei, yakni Herman Deru, Mawardi Yahya, dan Heri Amalindo.

Dia mengatakan, Golkar akan mengutamakan kader. Tapi tetap melihat dinamika dan koalisi (Koalisi Indonesia Maju). Sehingga ada banyak variable untuk menetapkan dukungan.

“Kita harus bersepakat juga, dimana yang bisa sama-sama dan dimana yang tidak bisa sama-sama dengan koalisi,” tuturnya.

Saat ini, ada dua kader yang dimajukan oleh Partai Golkar yakni Anita Noeringhati (Matahati) dan Popo Ali yang akan mendampingi Heri Amalindo (HAPAL).

“Saya kira baik Bu Anita dan Pak Popo Ali, mengerti juga lah. Sebelum surat keluar semuanya masih memiliki peluang,” tegasnya.

Mengenai berapa besar hasil survei, Bobby, mengajak untuk sama-sama menunggu. “Kita tunggulah minggu depan hasilnya,” papar Bobby. Untuk calon bupati dan wali kota di Sumsel akan menyusul. Karena yang paling diutamakan adalah Pilgub dulu.

“Untuk bakal calon bupati dan wali kota surveinya kita mulai 20 Juli 2024. Dan pada tanggal 18 Agustus 2024, sudah bertahap keluar hasilnya,” ungkap dia.

Bakal calon Wakil Gubernur Sumsel Anita Noeringhati menjelaskan, sebagai kader Golkar, dia akan tunduk dan patuh dengan apa yang diputuskan Ketua Umum DPP Partai Golkar nantinya.

“Saat ini saya terus diperintahkan untuk terus melakukan sosialisasi dan saya sudah mengantongi surat tugas. Dan di awal memang itulah yang dilakukan untuk sosialisasi terus bagaimana menjadi wakil gubernur,” ungkap Anita.

Anita mengatakan, dia diperintahkan untuk terus berjalan. “Apabila nanti keluar surat keputusan, surat tugas atau rekomendasi, tentunya sudah menjadi kewajiban seluruh kader Partai Golkar untuk memenangkan calon yang diusung. Itu perintah beliau,” pungkasnya. (se/**)