PALEMBANG, SuaraSumselNews | SAMPEL yang masuk di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang menurun drastis hingga 75 persen dari biasanya. Sampel yang diperiksa juga sangat minim yang dinyatakan positif Covid-19.
Kepala BBLK Palembang Andi Yussianto mengungkapkan, penurunan mulai terjadi usai Idul Adha atau tepatnya 5 Agustus 2020. Biasanya sampel yang diterima 800 sampel kini hanya 150-250 sampel saja.
“Pemeriksaan sampel menurun signifikan karena sampel yang masuk sedikit. Itu terjadi mulai habis Idul Adha kemarin,” ungkap Andi, Rabu kemarin (19/8).
Dikatakannya, penurunan jumlah sampel itu lantaran kasus positif sejak awal bulan ini menurun drastis. Alhasil, sampel yang diambil berdasarkan hasil tracing ikut berkurang.
“Biasanya semakin banyak sampel yang diperiksa semakin banyak yang positif. Sebelumnya yang positif 12-20 persen dari total sampel yang diperiksa, sekarang hanya 10 persen saja,” ujarnya.
Dia menjelaskan, sampel tersebut merupakan kiriman dari rumah sakit rujukan dan puskesmas di seluruh daerah di Sumsel, terbanyak sampel dari Palembang. Pihaknya kini mengajukan anggaran untuk pengadaan 30 ribu reagen sebagai stok enam bulan ke depan.
“Sebulan kita habiskan 5 ribu reagen, untuk sementara masih aman tapi dibutuhkan stok 30 ribu lagi untuk stok sampai awal tahun depan,” pungkasnya.(*)




