Gencarkan Vaksinasi DBD Gratis, Ribuan Anak Didik Jadi Sasaran

PALEMBANG, SuaraSumselNews — UNTUK menekan angka penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digencarkan Pemerintah Kota Palembang. Kali ini, Pemkot Palembang menggandeng Tim DEN 401 Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) untuk melaksanakan program vaksinasi DBD gratis bagi 5.000 anak sekolah.

Kolaborasi strategis ini menjadi bagian dari program unggulan “Palembang Sehat” yang diinisiasi Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam. Program tersebut sekaligus menjadi terobosan penting, mengingat vaksin DBD selama ini hanya tersedia secara terbatas di rumah sakit swasta dengan biaya yang relatif mahal dan belum masuk dalam program vaksinasi nasional.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan vaksinasi massal tersebut. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya perlindungan terhadap anak-anak.

“Kegiatan ini harus kita dukung dan sukseskan bersama. Sinergi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan sangat diperlukan agar sosialisasi program ini bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Aprizal, Rabu (14/1).

Ia juga mendorong agar peluncuran program dilakukan di lokasi yang representatif, sehingga mampu menarik perhatian publik sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam pencegahan DBD.
Sementara itu, Ketua Tim DEN 401 FK Unsri, dr. Ariesti Karmila, menjelaskan bahwa meskipun vaksin DBD sudah tersedia di Indonesia, harganya masih tergolong mahal dan belum terjangkau oleh semua kalangan.

“Selama ini vaksin DBD hanya bisa diakses secara berbayar di rumah sakit swasta. Karena itu, bantuan hibah sebanyak 5.000 dosis ini menjadi kesempatan besar bagi kami untuk melindungi anak-anak, khususnya dari keluarga kurang mampu,” ungkap dr. Ariesti.

Program vaksinasi gratis ini dilaksanakan di 60 sekolah yang berada dalam wilayah kerja 10 Puskesmas, yakni Padang Selasa, Gandus, Taman Bacaan, Pembina, Kalidoni, 4 Ulu, Kertapati, Makrayu, dan Sematang Borang. Penentuan lokasi didasarkan pada data Pemkot Palembang terkait wilayah dengan tingkat kasus DBD tertinggi.

Sasaran utama vaksinasi adalah anak-anak usia 6 hingga 10 tahun, kelompok yang dinilai paling rentan terhadap infeksi DBD. Meski vaksin juga dapat diberikan kepada orang dewasa, fokus utama tetap pada perlindungan anak sejak dini.

“Program ini sudah berjalan sejak akhir November 2025 dan sejauh ini berjalan lancar. Kami juga melakukan pemantauan terhadap anak-anak yang telah divaksin untuk memastikan efektivitas serta keamanannya,” jelas dr. Ariesti.

Bagi masyarakat yang tidak termasuk dalam program ini namun ingin mendapatkan vaksin DBD, layanan vaksinasi tetap tersedia di rumah sakit swasta. Namun, dr. Ariesti mengingatkan bahwa biaya vaksin relatif tinggi, mencapai sekitar Rp700.000 per suntikan, dengan kebutuhan dua kali suntikan untuk perlindungan optimal.

“Karena itu, kami sangat bersyukur Palembang mendapatkan bantuan vaksin gratis ini. Tidak semua daerah memiliki kesempatan yang sama, karena sebagian harus membeli vaksin secara mandiri,” pungkasnya. (ril)