PALEMBANG, SuaraSumselNews – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengimbau masyarakat agar menyambut malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan cara yang sederhana dan tidak berlebihan.
Herman Deru menegaskan bahwa perayaan tahun baru tidak harus diwarnai dengan pesta meriah maupun euforia berlebihan. Menurutnya, momen pergantian tahun justru lebih baik dimaknai sebagai waktu untuk bersyukur, introspeksi diri, serta mendoakan sesama.
“Tahun baru sebaiknya kita sambut dengan rasa syukur dan doa. Jangan sampai euforia yang berlebihan membuat kita lupa pada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Herman Deru, kemarin (23/12).
Ia menambahkan, kebersamaan dan kebahagiaan tetap dapat dirasakan meski tanpa perayaan yang hingar bingar. Kegiatan sederhana seperti doa bersama dan zikir dinilai lebih bermakna serta mampu memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Merayakan tahun baru dengan doa dan zikir justru memberikan ketenangan dan makna yang lebih dalam. Kebahagiaan tidak selalu identik dengan kemewahan,” katanya.
Selain itu, Herman Deru juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama malam pergantian tahun. Ia menyoroti potensi gangguan keamanan dan risiko kecelakaan yang kerap terjadi akibat perayaan yang tidak terkendali.
Dengan imbauan tersebut, Gubernur Sumsel berharap masyarakat dapat memasuki Tahun Baru 2026 dengan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta kehati-hatian.
“Mari kita jadikan tahun baru ini sebagai momentum untuk menjadi pribadi dan masyarakat yang lebih baik,” harapnya. (*)




