PALEMBANG, SuaraSumselNews — PEMPROV Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi masyarakat melalui penyaluran bantuan bagi perpustakaan desa, kelurahan, serta pojok baca publik.
Penyerahan bantuan tersebut digelar di Aula Gedung Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (4/12).
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Fitriana, S.Sos., M.Si. Bantuan ini merupakan bagian dari program anggaran tahun 2025 dan diberikan sebagai stimulan untuk memperluas akses informasi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat belajar, ruang diskusi, hingga tempat pengembangan keterampilan.
Ibu Fitri sapaan akrabnya menekankan bahwa perpustakaan saat ini telah berkembang menjadi ruang publik yang lebih dinamis.
“Perpustakaan tidak lagi hanya tempat meminjam buku, tetapi telah menjadi pusat kegiatan masyarakat. Bantuan ini adalah bentuk nyata perhatian Pemprov Sumsel dalam mendorong perpustakaan berbasis inklusi sosial sebagai ruang publik yang aktif, tempat masyarakat bertukar informasi, memperluas pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan,” ujarnya.
Tujuan bantuan
program bantuan ini memiliki tujuan pokok dan khusus, yakni, penguatan literasi masyarakat.
Meningkatkan peran perpustakaan dalam memfasilitasi masyarakat mengembangkan potensi diri.
Juga, meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sebagai sarana pembelajaran. Mendorong kemampuan masyarakat untuk memecahkan masalah dan berperan dalam keberlanjutan layanan perpustakaan.
Adapun perpustakaan penerima bantuan tersebut yaitu:
* 1. Perpustakaan Desa Bidung Langit, Kabupaten OKU
* 2. Perpustakaan Desa Mandi Angin, Kabupaten Muratara
* 3. Perpustakaan Desa Benuang, Kabupaten PALI
* 4. Perpustakaan Taman Baca Selati, Desa Srimulyo, Kabupaten Musi Banyuasin
* 5. Perpustakaan Persaudaraan Setia Hati Trate, Desa Dabuk Rejo, Kabupaten OKI
Sementara itu, Bantuan Pojok Baca Publik diberikan kepada Mal PTSP Kabupaten Musi Banyuasin yang terdiri dari 1 unit partisi pojok baca, 1 unit rak buku, 1 unit televisi, 1 unit sofa, 187 judul buku konvensional, 5.234 judul dan 9.613 kopi buku digital.
Ibu Fitriana menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya berupa sarana dan fasilitas, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Selatan.
Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang menekankan pentingnya literasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Beliau juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan fasilitas yang telah diberikan.
“Buku-buku yang diberikan jangan hanya menjadi pajangan yang tersusun rapi. Masyarakat harus merasakan manfaatnya secara langsung,” tegasnya.
Harapan ke Depan
Pemerintah Provinsi Sumsel berharap perpustakaan di daerah semakin siap menjadi pusat kegiatan masyarakat, sekaligus motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
“Ketika pengelola perpustakaan berdaya, layanan yang diberikan akan semakin inovatif dan relevan. Perpustakaan harus menjadi tempat belajar sepanjang hayat bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutur Ibu Fitri. (*)




