Gubernur Deru Raih POTY 2025 Berkat Inovasi Diversifikasi Pangan Lokal

Jakarta, SuaraSumselNrws – Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, kembali meraih prestasi tingkat nasional setelah dinobatkan sebagai salah satu dari 15 penerima penghargaan bergengsi People of The Year (POTY) 2025 yang diselenggarakan Metro TV.

Herman Deru mendapatkan penghargaan pada kategori Pemberdaya Pangan dan Petani Lokal, subkategori Diversifikasi Produksi Pangan Lokal, atas kontribusinya memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan petani dan pengembangan komoditas pangan berbasis sumber daya lokal.

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas penghargaan yang diterima. Ia menekankan bahwa seluruh kerja dan kebijakan yang ditempuh selama ini dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

“Luar biasa, karena kita tidak pernah terpikir televisi besar seperti Metro TV akan menilai hal seperti ini. Kita hanya berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh petani,” ujar Herman Deru.

Deru menegaskan bahwa prinsip kerja 2,5 yaitu dua hari di kantor dan lima hari di lapangan. Hal itu tetap menjadi pegangan sejak menjabat Bupati hingga kini sebagai Gubernur. Fokus utamanya adalah memastikan kebijakan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam sesi siaran langsung Metro TV, ia memaparkan mengenai Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang muncul sebagai respons atas kondisi sulit pada masa pandemi Covid-19 dan tingginya inflasi nasional.

Ketika Sumsel masih banyak bergantung pada pasokan pangan dari daerah lain, ia mendorong masyarakat bertransformasi dari konsumen menjadi produsen pangan rumah tangga.

“Gerakannya sederhana, dimulai dari perubahan mindset. Kita ajak masyarakat menanam sendiri. Inflasi waktu itu terjadi karena panic buying. Dengan GSMP, suplai dan demand menjadi stabil,” jelasnya.

Program GSMP mendapat dukungan luas dari dunia usaha melalui program CSR, mulai dari bantuan bibit, benih, hingga polybag. Kolaborasi tersebut menghasilkan peningkatan signifikan pada ketersediaan pangan lokal dan protein, sehingga inflasi di Sumsel menjadi salah satu yang paling terkendali di Indonesia.

Di sektor padi, Herman Deru mengungkapkan adanya lonjakan produksi yang signifikan.
* Produksi padi 2024: 2,7 juta ton.
* Produksi padi 2025: 3,6 juta ton dan berpotensi mencapai 3,7 juta ton GKG hingga akhir tahun.

Kenaikan produktivitas itu juga berdampak langsung pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) setiap tahun. Mengingat sekitar 50 persen masyarakat Sumsel berprofesi sebagai petani, ia menegaskan bahwa sektor pangan harus menjadi prioritas dan mendapat perlindungan optimal dari pemerintah. (*)