Untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
PALEMBANG, SuaraSumselNews – PEMPROV Sumatera Selatan (Sumsel) percepat pembangunan infrastruktur strategis yang menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu langkah penting diwujudkan melalui groundbreaking peningkatan akses jalan Tanjung Api-Api menuju TPI Sungsang pada Minggu kemarin (23/11).
Proyek ini merupakan bagian dari pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat yang ditargetkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi Sumsel hingga 8 persen.
Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, didampingi Wakil Gubernur H. Cik Ujang dan jajaran Balai Besar Jalan Nasional, menegaskan bahwa pembangunan akses jalan tersebut menjadi elemen krusial dalam menyukseskan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Tanjung Carat.
Ia menyebut proyek ini sebagai warisan panjang yang telah diperjuangkan selama lebih dari empat dekade. “Tanjung Api-Api ini sejarahnya panjang. Program ini sudah delapan periode gubernur. Kita melanjutkan warisan itu,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, kawasan tersebut sejak lama disiapkan sebagai pusat logistik Sumatera Selatan guna memperkuat sektor perdagangan dan distribusi komoditas unggulan daerah.
Herman Deru menegaskan bahwa ekonomi Sumsel selama ini mampu bertahan dan tumbuh stabil meskipun belum memiliki pelabuhan ekspor-impor sendiri.
Dengan hadirnya Pelabuhan Tanjung Carat, komoditas seperti sawit, kopi, dan kelapa dapat langsung diekspor tanpa harus melalui provinsi lain. “Tanpa pelabuhan saja ekonomi kita sudah 5 persen lebih. Dengan pelabuhan sendiri, Sumsel akan melesat,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama dan tidak kehilangan fokus selama proses pembangunan berlangsung.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat kini semakin kuat setelah seluruh dokumen administrasi dan readiness criteria dinyatakan lengkap.
Kementerian PUPR telah menunjukkan komitmen nyata melalui pembangunan jembatan sepanjang 1 kilometer serta peningkatan kualitas jalan akses menuju kawasan pelabuhan.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, Panji Krisna Wardana, menyebut bahwa peningkatan akses jalan menuju TPI Sungsang menjadi bukti nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan infrastruktur terbaik bagi Sumsel.
Dinas PUBMTR Provinsi Sumsel sendiri telah menyelesaikan seluruh readiness criteria, mulai dari FS 2023, DED 2023, hingga Amdal.
Dua ruas jalan telah disiapkan untuk mendukung konektivitas, yaitu ruas Simpang Tanjung Api-Api–Sungsang sepanjang 3,6 kilometer dan ruas Sungsang–Mozaik 6 sepanjang 5,5 kilometer.
Pekerjaan fisik ruas Simpang Tanjung Api-Api–Sungsang dimulai pada November 2025 melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dengan anggaran Rp 33,29 miliar.
Ruas tersebut akan diperkuat dengan perkerasan AC-WC dan AC-BC, galian struktur, serta mortar busa berdaya dukung tinggi agar memiliki ketahanan jangka panjang.
Gubernur Deru menegaskan bahwa pembangunan akses jalan ini memiliki tiga sasaran utama, yakni menunjang aktivitas TPI Sungsang, mendukung pembangunan pabrik bioavtur berbasis kelapa, serta mempercepat kesiapan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai gerbang ekspor baru Sumsel. “Ini bukan hanya jalan. Ini adalah pengungkit ekonomi,” tegasnya.
Proyek ini diharapkan mampu memperlancar distribusi logistik, mempermudah mobilitas masyarakat pesisir, serta membuka peluang investasi di kawasan utara Sumatera Selatan.
Infrastruktur yang semakin memadai diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Banyuasin, H. Askolani, menutup acara dengan menyampaikan apresiasi atas perhatian besar pemerintah provinsi dan pusat terhadap pengembangan wilayah Banyuasin.
Ia berharap pembangunan yang kini berjalan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal. (*)




