Pertahankan Lumbung Pangan, OKI Optimalkan Potensi Lahan Pertanian

KAYUAGUNG, DuaraSumselNews | KABUPATEN Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi salah satu areal program strategis nasional food estate (lumbung pangan) di Sumatera Selatan. Potensi lahan irigasi, lebak, pasang surut, dan tadah hujan menjadi andalan OKI ini untuk menjaga ketahanan pangan.

“Lahan sawah semakin penting peranannya dalam upaya mempertahankan swasembada beras dan swasembada bahan pangan lainya khusunya di Kabupaten OKI mengingat saat ini semakin berkurangnya lahan untuk pertanian karena adanya alih fungsi lahan ke komoditas perkebunan, perumahan dan non pertanian lainnya,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten OKI, Sahrul, pada acara Panen Raya sawah IP 200 di Desa Tugu Agung, Kecamatan Lempuing.

Sahrul menjelaskan Potensi lahan sawah irigasi di Kabupaten OKI seluas 5.650 hektare yang di tanam padi IP 200 bahkan IP 300 (padi-padi-padi/palawija/hortikultura).

“Luasan 5.650 hektare tersebut berarti lahan sawah irigasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir dapat memproduksi padi sebanyak lebih kurang 65.000 ton GKG per tahun. Potensi untuk pengembangan sawah rawa irigasi ini masih sangat terbuka jika dapat dimaksimalkan untuk ditanami 3 kali,” jelas Sahrul.

Kecamatan Lempuing sebagai salah satu wilayah pengembangan Food Estate di Kabupaten Ogan Komering Ilir tambah Sahrul telah didukung mekanisasi tanam sampai panen. “Tinggal bagaimana upaya penanganan pasca panen yang harus ditingkatkan sehingga dapat menjadikan pertanian yang terintegrasi hulu dan hilirnya yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” papar dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, HM Dja’far Shodiq mengatakan OKI dengan luas tanaman lebih dari 150 ribu hektare (meliputi sawah irigasi, lebak, pasang surut dan tadah hujan), sangat mungkin untuk terus meningkatkan hasil produksi.

“Saat pandemi Covid-19, sektor pertanian di OKI justru mengalami tren yang positif sehingga mampu mencukupi kebutuhan pangan rumah tangga di OKI”, kata Shodiq.

Ia menyampaikan sektor pertanian tetap menjadi primadona dan aset yang harus dipertahankan sekaligus ditingkatkan untuk mencegah terjadi kemungkinan krisis pangan ke depan. “Tetap optimis dan semoga dengan keseriusan para petani di OKI produksitas semakin meningkat, masyarakat jadi lebih sejatera,” harapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *