oleh

Waspadai La Nina BBWS VIII Siapkan 32 Pompa

PALEMBANG, SuaraSumselNews | Perubahan cuaca akibat Fenomena La Nina untuk wilayah bagian barat Sumsel harus wapada seperti Lahat, Pagaralam, sebagian Muaraenim, Muratara, Empat Lawang, dan sebagian Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Secara umum wilayah Sumsel masih dalam masa musim pancaroba karena Angin Muson Timur (Australia) masih cukup dominan. Curah hujan bertambah tetap ada karena saat ini masih berlangsung musim peralihan sehingga sebagian wilayah Sumsel memasuki awal musim penghujan.

Antisipasi hal tersebut Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWS) Sumatera VIII telah menyiapkan pompa sebagai bila terjadi banjir di Sumsel, baik itu Palembang maupun kabupaten kota lainnya.

Kepala BBWS Sumatera VIII, Birendrajana, mengatakan, meskipun ada fenomena La Nina atau tidak, namun yang terpenting kita tetap waspada.

“Kami sudah siap dan petugas telah bekerjasama dengan BPBD di kabupaten dan kota apabila ada laporan,” jelasnya di Kantor BBWS Sumatera VIII, Kamis (22/10/2020) sore.

Untuk titik rawan banjir di Sumsel, meliputi Palembang, OKU Selatan, Lahat, OKU Timur dan kabupaten kota yang perlu diantisipasi.

”BBWS Sumatera VIII telah menyedihkan 37 unit pompa, yakni Pompa 16 liter/detik sebanyak 25 unit, 30 liter/detik 10 unit, 250 liter/detik itu 2 unit,” jelasnya.

Selain itu ungkapnya, tahun depan, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII akan melakukan pengerjaan pengerukan Sungai Sekanak dan Sungai Bendung.

”Untuk Sekanak tidak hanya di lakukan pengerukan, sebagian besar lebih arah restorasi. Karena sungai Sekanak lebih di butuhkan bukan hanya penanggulangan banjir, tapi restorasi” ujarnya.

Selain itu BBWS VIII akan perpanjang area pembersihan sampah seperti enceng gondok dan sampah masyarakat yang kian hari membuat kotor perairan Sungai Musi juntuk tahun 2021.

Meskipun tidak keseluruhan, karena panjang Sungai Musi mencapai 16 kilometer. Area Sungai Musi akan menjadi prioritas utama di tahun depan, hal ini sesuai permintaan Pemerintah Kota Palembang.

“Permintaan Pemerintah Kota Palembang untuk minta di proritaskan pembersihan Sungai Musi akan di evaluasi ulang. Baik pengambilan eceng gondok atau sampah-sampah terapung bisa di optimalkan,” jelasnya.

Sebanyak 16 anak sungai di tahun 2020 ini yang menjadi wilayah operasional pengerjaan BBWS Sumatera VIII yakni Sungai Musi, Sungai Kedukan I, Sungai Kedukan II, Sungai Kedukan III, Sungai Kedukan IV, Sungai Buah, Sungai Selincah I, Sungai Selincah II, Sungai Lambidaro, Sungai Sekanak, Sungai Sedapat, Sungai Betutu, Sungai Poligon Lambidaro, Sungai Anak Lambidaro, Sungai Irigasi PU, Sungai Temuan Banyu – Berani dan Sungai Sebatok,” kata Biren.

“Diimbau masyarakat tidak membuang sampah di sungai, minimal paling tidak jangan merusak sungai, selain itu kebanyakan sampah rumah tangga terutama limbah sampah padat seharusnya tidak dibuang ke sungai,” harapnya. (as)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed