oleh

Covid-19 Sumsel Meningkat, Tunda Liburan Cuti Bersama

Penambahan, Klaster Keluarga dan Perkantoran

PALEMBANG, SuaraSumselNews | PERKEMBANGAN kasus terkonfirmasi positif baru Covid-19 di Sumatera Selatan cenderung meningkat. Makanya, warga diimbau menunda atau membatalkan rencana berlibur saat cuti bersama pekan depan untuk mencegah penularan.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumsel, jumlah terkonfirmasi positif di provinsi itu hingga 21 Oktober 2020 tercatat sebanyak 7.328 kasus. Setelah bertambah 99 kasus di hari yang sama. Penambahan tersebut naik signifikan dibanding hari-hari sebelumnya.

Pada 20 Oktober 2020, terkonfirmasi positif baru bertambah 47 kasus atau naik dari sehari sebelumnya atau pada 19 Oktober 2020 di angka 39 kasus. Sementara pada 18 Oktober 2020, penambahan juga sebanyak 39 kasus.

Namun, penambahan kasus positif juga seiring dengan kasus sembuh. Saat ini terdapat 5.577 atau 76,11 persen pasien sembuh. Sedangkan kasus kematian sebanyak 398 atau 5,43 persen dari keseluruhan positif.

Kepala Seksi Surveilans dam Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel Yusri mengakui terjadi penambahan lebih separuh dari hari-hari sebelumnya. Menurut dia, pasien terkonfirmasi positif baru tersebut berasal dari klaster keluarga dan perkantoran.

“Dan penambahan tersebut didominasi dari klaster keluarga dan kantor,” ungkap Yusri, Kamis (22/10).

Dikatakan, tracing terhadap pasien gencar dilakukan untuk memutus mata rantai penularan. Tak heran pasien yang terpapar virus corona terus bermunculan dengan angka bervariasi setiap harinya.

“Semuanya dari hasil tracing. Kami terus selidiki riwayat pasien, yang kontak erat diperiksa,” kata dia lagi.

Bahwa angka penyebaran Covid-19 yang relatif masih tinggi di Sumsel diharapkan menjadi perhatian masyarakat. Setiap orang harus memiliki kesadaran tinggi untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan menghindari keramaian sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan.

“Karena inilah cara yang terbaik dan murah memutus mata rantai penularan,” ujarnya.

Terlebih lagi, kata dia, pekan depan akan terdapat cuti bersama Maulid Nabi yang waktunya bisa lima dan lumrah diisi dengan bepergian ke tempat-tempat hiburan. Dalam situasi ini, warga dimbau menunda atau membatalkan rencana itu demi kepentingan bersama mengakhiri pandemi.

“Untuk cuti bersama sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah atau menghindari suasana ramai. Kalau kita tidak patuh, maka pandemi tidak akan pernah berakhir,” tegasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed