oleh

Aswari Lounching, ‘Beras Super Rakyat’ Silaturahmi Wong Palembang

Sebagai Jaringan Ekonomi Kerakyatan

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews – PEKAN kemarin, Silaturahmi Wong Palembang (SWP) yang juga sebagai organisasi kemasyarakatan komunitas Wong Palembang ini, melakukan lounching ‘Beras Super Rakyat’. Maksudnya untuk pemenuhan jaringan ekonomi kerakyatan dan ketahan pangan dengan sistem gotong royong.

Lounching ‘Beras Super Rakyat’ ini, dihadiri H Saefudin Aswari Rifai (pembina SWP) dan anggota Komisi I DPRD Sumsel. Juga Dra Hj Sunnah, SH (anggota pembina SWP), Kasat Intel Polres Banyuasin dan sejumlah Kades di Banyuasin dan sekitarnya.

Ketua Panitia, Husni Candra, SP, MM mengatakan, louching ‘Beras Super Rakyat’ kali ini dilakukan oleh anggotanya adalah orang-orang keturunanan/trah Kerajan Sriwijaya, Kesultanan Palembang dan Kesultanan Palembang Darussalam yang berdomisili di Kota Palembang.

Bahwa visi dan misi Silaturahmi Wong Palembang ini adalah mengadopsi cara Rasullah pada saat hijrah ke Madinah. Yakni melalui metode silaturahmi bergotong royong untuk mewujudkan ekonomi dan kesejahteraan dan kebangkitan umat. Komunitas SWP ini bertujuan melakukan amal kebaikan. Dan berbagai aspek, baik secara ekonomi bisnis.

Baik pertanian, sosial, kemasyarakatan, olah raga, sejarah, seni dan budaya. Dan lagi, pasca pandemi Covid-19 kita hadapi adalah persoalan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan. Makanya, kali ini SWP berisinsiatif membuat jaringan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan dengan sistem silaturahim gotong royong.

Kata Chandara, dengan pemenuhan ‘Beras Super Rakyat’ yang di louching oleh Aswari yang juga anggota DPRD Sumsel ini adalah beras langsung dari petani. Dan bukan dari para cukong-cukong beras. Maksudnya adalah jaringn ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan. ‘’Kita berharap rakyat memperoleh, kualitas beras yang terjamin (pulen). Dan tidak dicampur pemutih atau pestisida,’’ jelas Chandra.

Selain itu, harga beras yang relatif murah dan stabil. Kondisi ini tentu akan meningkatkan pendapatan rakyat dan petani. Dengan terjaminnya ketersediaan stok beras. Yakni  dikhawatirkan saat kriris pangan, cukong beras akan menjual berasnya ke pembeli dengan harga mahal. Dan akan berdampak kelangkaan beras di tingkat masyarakat.

Hadirnya SWP ini mendapat sambuatn positif dari berbagai pihak. Dan apa lagi saat pandemi Covid-19, cukup memberikan wahana keprihatinan bagi berbagai pihak. Bahwa adanya jaringan keanggotaan pedagang SWP ini dengan dibekali kartu khusus member SWP berupa e-Carad Money BRI zzi, yang berguna bagi anggota untuk jalan tol, discont hotel, merchandiser, mall, tempat hiburan dan resto, serta service kendaraan.

Terkait hal itu, tambah Chandra bahwa kedepannya, jaringan perdagangan SWP ini akan dikembangkan untuk produk sembako lain. Misalnya, minyak goreng, gula. Termasuk, sabun, madu, alat kecantikan serta bahan pertanian lainnya.

Dikatakan, untuk pemenuhan suplay dan ketahanan pangan ‘Beras Super Rakyat’ SWP ini, kita juga telah mengagonisir lahan dan petani baru di wilayah desa-desa di Kabupaten Banyuasin maupun  daerah lainnya. ‘’Kegiatan ini sesuai dengan program pemerintah pusat, melalui proyek Food Estate yang di Ketuai Prabowo Subianto. Para petani dengan lahannya yang kita sosialisasikan dan diajak kerjasama  disambut positif,’’ urainya.

Sebab, harga beras petani jauh lebih tinggi ketimbang harga dari cukong. Selain itu, jiwa silaturahim beramal kebaikan menjadi semangat tersendiri bagi para petani untuk kerjasama gotong royong. Lahan sawah petani yang kita ajak kerjasama sebagai mitra, seluas 1.380 hektar dan telah mulai melaksanakan yang menjadi semangat tersendiri bagi para petani untuk kerjasama gotong royong. Buktinya sampai dari 1.380 hektar lahan, saat ini  telah mulai melaksankan menjadi proyek sawah di Pulau Rimau mencapai angka 180 hektar. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed