oleh

Soal Debu, Warga Prabumenang Menemui Bupati Lahat Cik Ujang

Pemkab Akan Dirikan Wadah Transportir Batu Bara

 

LAHAT, SuaraSumselNews | AKHIR pekan kemarin ada aksi turun ke jalan yang dilakukan oleh emak-emak dari Desa Prabumenang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat. Hal itu lantaran mereka kesal dengan debu yang dihasilkan angkutan batu bara dan galian C. Dan akhirnya mendapat tanggapan dari Pemkab Lahat.

Dan masalah ini telah disampaikan warga dengan bupati untuk memberikan penjelasan yang sebenarnya, Senim (21/9).

Sementara, Bupati Lahat, Cik Ujang SH menegaskan, bahwa Pemkab Lahat akan mendirikan wadah transportir batu bara Lahat. Maksudnya untuk menaungi desa desa dengan penyemprotan jalan dan penyapuan jalan.

“Ya, nanti akan ada mobil sedot debu.Jadi seluruh tambang transportir bersatu untuk menyelesaikan permasalahan itu. Dan mungkin akan di naungi oleh Perusda,” jelasnya, seraya mengatakan, terkait kompensasi akan dipelajari terlebih dahulu.

Warga Desa Prabumenang yang didominasi kaum emak emak ini diketahui melakukan aksi di jalan, lantaran kesal dengan debu yang diduga hasilkan angkutan batu bara dan galian C. Bahkan, Kata Pemuka Masyarakat H Anwar Bahudin tidak ada penyiraman dan kompensasi terhadap masyarakat.

“Akibat dampak transportir tersebut timbul banyaknya debu.dan tidak ada penyiraman selama ini. Juga tidak ada kompensasi terhadap masyarakat,” terangnya.

Bahkan, Anwar berharap kepada pemerintah permasalahan ini tidak berlarut larut. Ya bukan tidak mungkin akan ada aksi besar-besaran kembali, karena sebelumnya aksi telah dilakukan dua kali.

“Apabila ada aksi lagi kami atas nama bapak bapak tidak bisa menahan para emak-rmak ini. Karena jika kami tahan mereka (emak emak) kami nggak dimasakan , tenth dak bisa makan, anak anak tidak diasuhnya,” ujarnya.

Sementara, Kades Prabumenang, Satiun Solistian mengungkapkan, sudah sewajarnya tuntutan emak emak dipenuhi. Hal itu mengingat mereka (Perusahaan) sudah memetik hasil dari perusahaan batu bara.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar dalam melakukan aksi penyetopan ataupun memblokir jalan, agar tidak melakukan hal hal yang tidak diinginkan. Seperti melempar mobil, atau memaki para supir. Karena mereka (sopir) tidak tahu apa yang diingkan para masyarakat Desa Prabumenang.

“Harus berjalan kondusif, pak Bupati juga sudah mendengar keluhan dari ibu ibu masyarakat Desa Prabumenang,” tuturnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed