oleh

Tambah 3000 Rumah Tahfidz

Gubernur Bantu Ribuan Zak Semen

 

PAGARALAM, SuaraSumselNews | REALISASIKAN visi misinya menciptakan Sumsel yang religius, Gubernur Sumsel H.Herman Deru terus menggalakkan pertumbuhan dan pengembangan rumah tahfidz di Sumsel.

Tahun ini misalnya gubernur menargetkan kembali meresmikan 3.000 lagi rumah tahfidz di Sumsel. Pernyataan itu diungkapkannya di sela acara silaturahminya dengan warga Kota Pagaralam dan peresmian pembangunan Gedung Workshop dan Gedung Asrama Santri serta peletakan batu pertama di Ponpes Tahfidz Quran dan Rumah Tahfidz Al Quran Daarul Kutub El Gontori, Kamis (7/2) sore.

Menurut Herman Deru, jangan membayangkan banyaknya anggaran yang akan dikeluarkan untuk membangun 3000 rumah tahfidz yang disebutkannya itu. Karena rumah tahfidz menurutnya justru bukan fokus pada bangunan- bangunan mewah tapi justru pada kegiatan anak-anak belajar mengaji, mulai dari Iqra sampai khatam Alquran.

“Jangan kita berpikir seperti itu. Kan percuma gedung mewah tapi murid rumah tahfidznya tidak ada. Yang penting itu kegiatan belajar Alquran nya. Ada anak didik, ada pengajar dan lainnya. Kalau kelasnya ada muridnya ada tapi pengajar tidak ada juga rumah tabfidz ini tidak akan berjalan,” tutur HD.

Oleh karena itu Ia mengajak masyarakat berpikir sebaliknya. Dengan memperbanyak kegiatan belajar Alquran dan merangkul murid sebanyak-banyaknya. Karena HD memastikan Pemprov tidak akan tinggal diam.

“Yakinlah pemerintah tidak akan tinggal diam akan pasti kita pikirkan bangunan, pengajar, sampai honornya juga kita pikirkan. Itu segera kita launching karena sudah disambut baik oleh Lembaga Pembinaan Rumah Tahfidz Sumsel,” tegas HD.

Dalam kesempatan itu HD juga mengatakan bahwa membangun sebuah lembaga pendidikan baik itu Ponpes, Rumah tahfidz dan lainnya tidak bisa serta begitu saja. Tapi membutuhkan dukungan yang besar dari masyarakat berupa kepercayaan.

” Sudah banyak kita lihat lembaga-lembaga ini mati di tengah jalan. Jadi Gedung mewah tanpa kepercayaan masyarakat juga akan sia-sia. Nah untuk mendapatkan kepercayaan ini harus pakai sistem “Getok Tular” atau dari mulut ke mulut. Seperti Ponpes ini kan begitu. Dari informasi alumninya, wali murid jadi berkembang pesat seperti ini bahkan sampai berhasil membangun 8 rumah tahfidz,” jelasnya.

Tanpa gengsi HD pun mengaku bahwa idenya  membangun satu desa satu rumah tahfidz terinspirasi dari Ponpes Tahfidz Quran dan Rumah Tahfidz Al Quran Daarul Kutub El Gontori.

“Amen nak jujur aku kan ado program 1 rumah satu tahfidz itu terinpirasi dari sini. Dide malu aku, kareno aku bepikir alangkah mulianyo kalo dengan program itu Sumsel biso bebas buta aksara Alquran,” ujar HD.

Dalam kesempatan itu Ia juga mengajak santri maupun pengasuh Ponpes dan masyarakat yang hadir untuk menjadi umat yang lebih bersyukur. Karena tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT sudah berkehendak.

Sementara itu Pimpinan Ponpes Ustadz Muhaimin Tahfidz Quran dan Rumah Tahfidz Al Quran Daarul Kutub El Gontori mengatakan, peresmian dan bantuan yang diberikan Gubernur Sumsel Herman Deru untuk pengembangan Ponpes ini menjadi semangat tersendiri bagi mereka.

” Kedatangan sangat kami nantikan. Setelah ikatan kami jalin sejak tahun 2013. Dengan komitmen beliau kami harap Sumsel dapat melahirkan hafidz dan hafidza yang siap terangi seluruh alam  Sumswl dengan hapalannya,” jelas Muhaimin.

Di tempat yang sama Walikota Pagaralam Alvian Maskoni mengatakan sangat senang dengan kedatangan Bapak Rumah Tahfidz tersebut. Karena kehadirannya sangat dinantikan masyarakat Pagaralam yang ingin  berterimakasih atas bantuan yang diberikan untuk kemajuan Pagaralam

” Kami mengucapkan terima kasih kareno  Mak ini ari jalan ke Pagaralam la licin. Ini juga mau dibantu penyelesaian Jembatan Ayek Bbtung. Semoga perjalanan Pak Gubernur memimpin Sumsel lancar. Dan Pagaralam dapat menjadi contoh daerah lainnya,” ujar Alvian.

Dalam kesempatan itu, Gubernur tak hanya meresmikan Gedung Workshop dan meresmikan gedung Asrama Santri, tapi Ia juga memberikan bantuan ribuan sak semen untuk kelanjutan pembangunan masjid di lingkungan Ponpes. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed