oleh

Goa Putri dan Dayang Merindu

Objek Wisata OKU Penuh Misteri

 

BATURAJA, SuaraSumselNews | MENIKMATIi keindahan stalagtit di dalam gua adalah sebuah pilihan tepat di tengah padatnya rutinitas. Dengan mendengar gemercikan air mengalir dan menetes dari celah-celah kecil di dalam gua tak kalah pentingnya karena dijamin bakalan merelaksasikan pikiran.

Jika anda ingin menikmati waktu luang di akhir pekan, maka tempat yang tepat untuk anda kunjungi adalah Gua Putri.
Di sini anda bersama keluarga bisa menikmati indahnya pemandangan sekaligus bisa melepaskan penat diwaktu akhir pekan.

Terletak di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Gua Putri menyimpan banyak ornamen yang tumbuh dibagian atas Gua.

Bentuknya mirip ikatan padi karena dihiasi oleh aneka warna warni yang timbul secara alami. Dibagian lantai, terbentuk Stalakmit tak ubahnya sebuah dekorasi yang menghiasi singgahsana Putri Dayang Merindu.
Berdasarkan cerita rakyat setempat, Dayang merindu merupakan sosok Putri yang amat sangat cantik jelita.

Kepala TU UPTD Goa Putri, Dinata menceritakan, Gua Putri memiliki kedalaman mencapai 150 meter dengan lebar 20 meter. Sungai yang mengalir deras didalam gua putri bernama sungai Semuhun.

Dalam bahasa setempat semuhun berarti Bermunajat dan memiliki lebar 10 meter. “Banyak cerita serta mitos berkembang, mulai dari cerita legenda Si pahit lidan dan Putri dayang Merindu, “ujarnya.

Akses perjalanan menuju Gua Putri tidak terlalu sulit. Terletak sekitar 40 kilometer dari Kota Baturaja menuju arah PT. Bukit Asam di Tanjung enim.
Dari pusat Kota Palembang jarak tempuhnya sekitar 230 Kilometer dan bisa dikunjungi sekitar 7 jam perjalanan lewat jalur darat.

Untuk menuju ke lokasi, akses jalan sangat bagus karena gua putri hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari jalan lintas tengah Sumatera. “Sekarang trasportasi dan akomodasi tidak menjadi kendala. Semua sudah ada di baturaja, ” kata Dinata.

Hendri selaku pemandu wisata Gua Putri, menjelaskan di dalam gua ini terdapat bebatuan yang menyerupai perkampungan yang terdiri atas pemandian, ruang persamuan hingga singga sana Putri Dayang Merindu. Sebelum masuk kedalam mulut Gua, pengunjung yang datang akan disuguhi oleh keindahan alam yang terdiri atas karst yang tercipta semenjak ribuan tahun silam. “Ada pemandian, namanya ruang persamuan, pendapuran, balai pertemuan hingga singgasana putri, ” tutur Hendri.

Dia mengajak para pengunjung untuk menyaksikan keindahan karya ilahi mulai dari mulut gua. Setapak demi setapak kami berjalan di dalam gua putri, saya bersama dengan para pengunjung lain langsung disuguhkan oleh indahnya pesona stalagmit dan stalagtit bak peraduan sang puteri.

Melanjutkan perjalanan, para pengunjung diberikan kesempatan untuk bisa mengintip ruang pemandian putri Dayang Merindu. Tak hanya sekedar melihat, para pengunjung bisa menuruni anak tangga untuk menuju ke pinggir sungai. “Konon, dengan melakukan cuci muka di sini, diyakini bisa bikin awet dan katanya semua keinginan akan terwujud, “ucap Hendri dengan senyum.

Puspita, (31) salah seorang pengunjung mengaku baru pertama kali berkunjung ke Gua Putri. Menurut dia, kondisi kebersihan dan kenyamanan Gua Putri sangat baik. Gua Putri ini tampak terawat dan terkesan tidak jorok. “ujar lulusan ilmu kesehatan itu.

Jika anda berkunjung ke Gua Putri, jangan lupa melihat Singgasana putri dan menyempatkan diri untuk mencuci muka di pemandian putri. Karena airnya sangat jernih dan begitu segar.

Disekitar Gua Putri terdapat areal parkir yang cukup luas. Pengelola mempersiapkan kedai makanan dan souvenir dengan harga tidak mengurangi isi dompet.

Sementara dibagian depan gua berdiri kokoh sebuah museum Sipahit lida serta raung pertunjukan. Didalam museum tersimpan beragam benda peninggalan serta kerangka manusia purbakala yang ditemukan di Gua Harimau.

Pemerintah daerah setempat, setiap pengunjung akan ditarik retribusi, untuk orang dewasa Rp 5000, usia anak-anak Rp 2500 sementara untuk pelajar hanya Rp 3000.

Bagi anda pengunjung yang membawa kendaran anda tidak perlu khawatir. Hanya dengan membayar retribusi parkir masing-masing sepeda motor Rp 2000, minibus Rp 5000 dan bus Rp 10000 kendaraan anda dijamin aman karena diawasi. (*)

laporan : adeni andriadi/fikri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed