oleh

Warga Arisan Buntal Minta Ganti Kerugian

Tanam Tumbuh Mati Dampak Bangun Jalan Tol

 

KAYUAGUNG, SuaraSumselNews | WARGA Tuntut pihak PT WK – HK melakukan ganti kerugian tanam tumbuh yang mati. Ini semua warga memberikan kuasa melalui kuasa hukum mereka tunjuk.

Bahwa 13 warga Desa Arisan Buntal, Kecamatan Kayuagung OKI, telah mengajukan tuntutan meminta ganti kerugian atas tanam tumbuh. Diantaranya berupa pohon duku, rambutan, durian dan lainnya yang mati.

Matinya tanaman kebun warga itu menyebabkan mereka tidak lagi dapat menikmati hasil panen musiman setiap tahunnya. Dan kebun warga tersebut merupakan penopang hidup mereka sebagai warga desa disini.

Kuasa hukum H Rusli Bastari, kepada koran ini mengatakan, dirinya telah menerima surat kuasa penuh dari 13 warga tahap pertama dari Desa Arisan Buntal Kecamatan Kayuagung OKI. Dan warga melakukan tuntutan hukum melalui PN Kayuagung.

Warga meminta keadilan ganti kerugian, kepada pihak PT Waskita Karya (WK) dan PT Hutama Karya (HK). Dan diduga menjadi penyebab kematian tanaman kebun mereka. Mengingat dua kontraktor BUMN itu selaku pelaksana proyek jalan toll Kayu Agung — Pematang Panggang.

Surat tuntutan nomor Perkara PDT. G/2020/PM KAG, tanggal 9 January 2020
terdaftar di PN Kayuagung OKI. dan hari ini Kamis tanggal 23 Maret 2020 dimulai sidang perdana.

Namun sangat disayangkan pada sidang perdana ini Pihak PT WK tidak hadir tanpa memberi tahukan alasan, sekalipun. Ditunggu hingga pukul 14.00 WIB dari jadwal semula pukul 10.00 tetap juga tidak hadir. Dan hanya pihak PT HK yang mengirim utusan. Akibat tidak hadirnya PT WK, maka sidang perdana ini ditunda hingga pekan depan.

Terpisah salah seorang juru bicara warga, Irsan HD (60) atas nama 13 warga yang mengajukan tuntutan, menjelaskan keronolagis kerugian yang dialami warga sebagai berikut.

Kematian tanam tumbuh kebun berupa, pohon duku, rambutan, durian dan lainnya. Akibat dari adanya penimbunan tanah rawa ruas jalan toll Kayu Agung-Pematang Panggang. Bahkan aliran anak sungai ikut di timbun yang menyebabkan air menggenangi lokasi kebun dan tidak mengalir selama beberapa bulan,.Air jadi banjir dan menyebabkan air tambak ikan warga meluap dan ikannya lepas keluar.

Tuntutan ganti kerugian ini dilakukan sejak Agustus 2018 lalu, diupayakan secara langsung ke PT WK dan PT HK melalui salah satu LSM di OKI. Telah berkali-kali dilakukan mediasi, baik di kantor PT WK-HK Palembang bahkan di Jakarta.

Namun karena tidak tercapai kesepakatan penyelesaian ganti kerugian, dan pihak PT WK dan HK selalu berdalih, maka tuntutan warga ini kami kuasakan kepada kuasa hukum H Rusli Bastari di Palembang.

Ditambahkan Irsan, menurutnya PT WK-HK pernah mengatakan bahwa banjir seperti ini sudah sering terjadi di lokasi kebun warga ini. Dan itu dibenarkan warga. Tetapi karena banjir itu lokasi kebun, yang disebabkan ditimbunnya tanah rawa dan aliran anak sungai yang terkena ruas jalan toll oleh PT WK-HK sehingga air tidak mengalir berbulan-bulan menggenangi lokasi kebun. Maka tanam tumbuh ini mati.

Anehnya banjir yang dikatakan pihak PT WK/HK justru tidak membuat mati bahkan tanaman ini hingga berusia puluhan tahun.Kerugian warga ditaksir hingga milyaran rupiah dari jumlah warga sebanyak 27 orang.

Salah seorang warga Ir (46) yang tanaman buah musim ini mati, sangat menyayangkan tidak bertanggung jawabnya pihak PT WK-HK terhadap kerugian masyarakat. Dirinya berharap melalui kuasa hukum dan pihak Pengadilan Negeri Kayuagung, kerugian dirinya dan kawan-kawan akan mendapat perhatian khusus dan memperoleh ganti kerugian.(*)

laporan : gusti ali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed