oleh

Mana Titik Batas Kabupaten Lahat

Anggota Komisi 1 DPRD Tinjau PT Supreme Energi

 

LAHAT, SuaraSumselNews | ANGGOTA Komisi 1 DPRD Lahat, Andi Sucitra mengatakan, terkait kedatangan pihaknya ke PT Suprame Energi Rabu (22/1) lalu. Dirinya sebagai perwakilan Komisi 1 DPRD Lahat tidak hanya fokus menanyakan soal tapal batas.

Juga hal lain seperti berapa jumlah sumur dan kedalamannya. Termasuk perbaikan apa saja yang sudah dilakukan oleh perusahaan.
“Sebenarnya saya sebagai warga negara, sangat mendukung adanya PLTP ini. Tapi yang kita pertanyakan, dari aktifitas ini dimana saja titik wilayah Lahat yang masuk kawasan perusahaan,” ujar Andi, Kamis (23/1).

Sebagai anggota dewan yang pertama kali bertanya, Andi mengatakan dirinya akan meminta pihak terkait seperti Camat Kota Agung, dan pihak Ortola Pemkab Lahat untuk meninjau ulang titik wilayah Kabupaten Lahat. Dengan begitu nanti akan terlihat jelas, dimana saja batas wilayah yang digunakan PT Suprame Energi.

“Ya harus diperjelas, jangan sampai Lahat hanya jadi imbas kerusakan alam dari aktifitas PT Suprame Energi,” ujar dewan dari daerah pilihan Kecamatan Merapi Area ini.

Sementara, Site Sefory Manager PT Suprame Energi, Frangky M Tungka menuturkan, ada 12 sumur yang di bor, dengan kedalaman 2000-3000 meter ke perut bumi. Namun tidak semua lubang yang menghasilkan. Yang tidak menghasilkan, sumur ditutup lagi lalu ditinggalkan dan dihutankan lagi.

Batas wilayah tergantung pemerintah, kami ikut-ikut saja. Tapi dari surat yang kita terima, wilayah kerja kami Kabupaten Muaraenim, ada sebagian kecil di Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam. “Sedangkan Kabupaten Lahat hanya wilayah perlintasan masuk kami,” tutur Frangky. (*)

laporan : agung/herman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed