oleh

Efek Berganda Hulu Migas Bagi Mitra Binaan

Field Trip SKK Migas, KKKS dan FJM Sumsel di Desa Gajah Mati

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews| Media Field Trip dan Pembukaan Media Kompetisi Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Sumsel bersama Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel melaksanakan Field Trip di wilayah PT Pertamina EP Asset 2 (Limau) dan PT Medco E&P Indonesia (Rimau/Kaji).

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagsel, Adiyanto Agus Handoyo saat membuka field trip.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagsel, Adiyanto Agus Handoyo dalam sambutannya mengatakan, dengan field trip ini bisa menimbulkan keakraban dan keeratan serta komunikasi bisa berjalan dengan baik.

“Dengan Field Trip bisa membawa teman-teman media untuk bisa langsung melihat bagaimana kontraktor kontrak kerjasama dalam kapasitasnya sebagai operator di wilayah kerjasama bertanggung jawab terhadap pengembangan program pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya di Kantor SKK Migas, Gedung Bank Sumsel Babel, Lantai 5, Jalan Gub. H. Bastari saat melepas keberangkatan, Selasa (1/10/2019).

Ia menambahkan, kegiatan ini selain Field Trip juga sebagai pembukaan Media kompetisi tahun 2019.

Program Toga Binaan PT Medco E&P Indonesia

Kunjungan Field Trip di Desa Gajah Mati, Kecamatan Babat Supat Kecamatan Musi Banyuasin salah satu Kelompok Program Toga (Tanaman Obat Keluarga ) binaan PT Medco E&P Indonesia yang sudah dibina sejak tahun 2011.

Community and Hosman Officer PT Medco E&P Indonesia Rimau, Novita Ambarsari mengatakan, kegiatan ini dimulai dari teknis pembudayaan tanaman obat dengan menggunakan pupuk buatan sendiri.

“Ini adalah rangkaian kegiatan media fisik di program pemberdayaan masyarakat Indonesia. Kegiatan tanaman obat keluarga sejak tahun 2011, dimulai dari teknik pembudidayaan tanaman obat dengan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan dengan menggunakan pupuk yang dibuat sendiri oleh kelompok ibu-ibu di sini termasuk juga pupuk cair,” jelasnya di Desa Gajah Mati salah satu binaan PT Medco E&P yakni Kenanga.

Novita menambahkan untuk pengolahan tanah semuanya organik karena tanaman obat adalah makanan yang dimasukkan ke tubuh jadi apa yang masuk ke tubuh juga harus baik.

“Kemudian kemampuan ibu-ibu ini ditingkatkan tidak hanya sekedar memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya, tapi juga hasil bisa diolah menjadi beragam produk makanan dan minuman yang berhasiat untuk tubuh dan juga mendatangkan nilai ekonomis bagi pelaku budidaya tanaman obat,” jelasnya.

Ia menambahkan, ibu-ibu yang tadinya masih tersebar dikumpulkan dalam satu kelembagaan koperasi herbal bersatu yang menjadi koperasi wanita pertama di kabupaten Musi Banyuasin.

Community and Hosman Officer PT Medco E&P Indonesia Rimau, Novita Ambarsari.

“Dengan keberadaan koperasi ini sangat membantu dalam sisi pengajuan izin pangan rumah tangga sebagai koperasi. Dengan adanya izin maka diperkenankan untuk mengemas minuman herbal menjadi produk yang sudah memenuhi standar dari Dinas kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin, selain pembinaan dalam tanaman herbal, kami juga lengkapi kemampuan mereka dalam pijat refleksi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel, H. Oktaf Riady mengucapkan terimakasih, atas terselenggarakan kegiatan Field Trip.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, untuk menambah wawasan jurnalis. Semoga hubungan FJM dan SKK Migas tetap terus terjalin dengan baik,” tandasnya.

Oktaf mengapresiasi Medco E&P karena tidak hanya memikirkan minyak saja, namun ini hal yang baru yakni tanaman obat herbal.

Sementara itu, Sofian Hadi, dari Humas SKK Migas mengungkapkan, ini adalah program tahunan SKK Migas Wilayah Sumsel, KKKS bersama FJM Sumsel dan mengundang beberapa kontributor media nasional.

“Tujuannya field trip ini mengenalkan mitra binaan kita, efek berganda hulu migas yakni salah satunya dengan mitra binaan dan bisa membantu para masyarakat untuk mendapatkan hasil dari latihan-latihan yang kita lakukan,” jelasnya.

Selain itu kegiatan ini juga sebagai mempererat hubungan tali silaturahmi SKK Migas, KKKS, dan media dengan hadirnya kegiatan hulu migas di wilayah ini untuk membangun sinergi dengan pemerintah setempat untuk memberdayakan masyarakat setempat, pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Dedi Aprianto, Medco Indonesia Media Relations, Hendri Payana humas komdep, Novita Ambarsari Community and Hosman Officer PT Medco E&P Indonesia Rimau, Mei Hayana Maso, Setyanto Aji Prahoro Spesialis Operasi SKK Migas dan Sofian Hadi dari Humas SKK Migas. (as)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed