Polsri tak Miliki Dosen Profesor

Sementara Alumninya Ada yang Profesor

PALEMBANG, SuaraSumselNews | KEPALA Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Widodo mengatakan,  ini forum bagi dosen untuk paparan hasil penelitiannya.  Dan juga sebagai tahap awal sebelum di jurnal internasional.

“Ini tahap awal untuk menjadi profesor yakni penelitian dan jurnal internasional. Politeknik Sriwijaya (Polsri) belum ada profesor, tapi alumninya sudah ada yang profesor. Makanya, Pemprov Sumsel siap bantu para dosen untuk dana penelitian,” jelasnya.

Kata Widodo, acara ini biasanya diselenggarakan setahun sekali. Kalau bisa ini diselenggarakan setahun 4 kali.  Sehingga peluang dosen Polsri untuk menjadi profesor sangat besar,” katanya.

Menurutnya, Sumsel memiliki program kuliah gratis. Kalau bisa Polsri bermitra dengan Perguruan Tinggi (PT)  Luar Negeri. Sehingga mahasiswa yang meraih program kuliah gratis di Polsri,  bisa mendapatkan pendidikan luar negeri.  Misalnya satu tahun kuliah di Polsri,  dua tahun kuliah di luar negeri. Sehingga pengetahuan mahasiswa lebih maju,” harapnya.

Sementara, Direktur Polsri Ahmad Taqwa menambahkan,  penelitian ini adalah salah satu tugas dosen.  Tugas dosen itu mengajar, meneliti dan mengabdi. ‘’Kita belum ada profesornya. Memang perlu banyak penelitin,”  kilahnya.

Menurut Taqwa,  berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2012  tentang Pendidikan Tinggi.  Untuk dosen politeknik menjadi pofesor itu dipermudah. “Pemrov siap memberikan bantuan untuk penelitian, dengan tujuan dapat mengembangkan wilayah Sumsel untuk meneliti daerah ini, ” katanya.

Bahwa Polsri vokasinya lebih dekat dengan industri. “Saat ini ada satu dosen kita yang siap untuk gelar profesor.  Satu lagi akan menyusul, ” urainya lagi seraya menyebutkan, saat ini  di Indonesia untuk politeknik baru ada 5 profesor.

“Hambatannya dosen soal penulisan. Tapi mereka unggul dalam praktek. Tidak hanya dosen Polsri yang lemah menulis. Dosen di Politeknik lain  kelemahan terbesarnya adalah menulis. Karena dengan menulis kemampuan memberikan informasi,  penjelasan pada orang tentang ilmu yang ditelitinya,” tuturnya. (*)

laporan ; winarni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar