oleh

‘Perempuan tak Boleh Pesimis’

API Kartini Adakan Seminar Sehari

PALEMBANG, SuaraSumselNews- KETUA Asosiasi Perempuan Indonesia (API) Kartini Sumsel, Bernadette Suzanna menilai pendidikan sangat penting untuk tingkatkan kualitas perempuan. Hal tersebut diungkapkannya dalam seminar sehari, terkait peringatan Kartini di Hotel All Night , Senin kemarin (23/04).

Kata Bernadette, melalui seminar ini pihaknya ingin membongkar kesadaran terhadap perempuan-perempuan. Bahwa perempuan itu tak boleh pesimis. Jadi lebih kepada pendidikan, pengetahuan itu adalah sumber dari semua politik.

“Jadi kalau perempuan nggak punya pengetahuan tentang politik, sama saja bohong. Bagaimana dia mau ngerti, gimana di perjuangkan apa yang perlu diperjuangkan. Padahal dia bagian dari politik Pemilu terbesar,” paparnya.

Menurut dia, mata pilih yang terbesar itu perempuan. “Jadi mulai dari yang paling dekat, kita mulai dari Pilkada. Kita lihat nih calon-calon mana yang benar-benar perjuangkan perempuan. Kalau dari API Kartini sendiri prioritasnya, menentang neoliberal dan neokonservatif,’’urainya.

Diharapkan perempuan memiliki kesadaran bahwa terlepas dari bagaimana kodratnya. Latar belakang ya segala macam. Dia perlu perjuangkan dirinya ketika perempuan memperjuangkan dirinya. Otomatis dia perjuangkan keluarganya. Ketika dia perjuangkan keluarganya otomatis dia perjuangkan masyarakat, paparnya.

Ungkap Bernadette, melihat perempuan sekarang ini, kalau yang mencalonkan itu seperti Ibu Lucianty Pahri,  dirinya memandang Bu Lucyanti, jadi narasumber karena dia perempuan yang berhasil  mengatasi masalah. “Dia berhasil atasi semua permasalahan, bukan lari dari masalah. Kan kita tahu sejarah-sejarah fungsi seperti apa bahwa dia bisa tetap bangkit setelah jatuh terpuruk.

Makanya, seperti itu luar biasa. Kalau kami melihat dia mewakili atau enggak kontribusinya terhadap daerah. Seperti apa perjuangan perempuan di daerah. Seperti apa itu kan kalau secara perjuangannya. ‘’Saya tahu bahwa dia adalah sosok yang mewakili Sumatera Selatan,” bebernya.

Ditambahkannya, Ibu Lusi tetap dengan pribadi yang hambel. Itu pribadi yang hambel itu nggak bisa dibeli dengan uang. Enggak bisa dibeli dengan kedudukan. Nggak bisa dibeli dengan status pribadi. Itu sudah memang dari lahir seperti itu dan jelaskan coba statusnya seperti apa.

‘’Setiap orang pasti punya masa lalu. Sekarang bagaimana dia mengelola masa lalunya, dia selesaikan permasalahan di masa lalu dia. Hidup untuk sekarang dan masa yang akan datang,’’tandasnya.

Juga, Lucianty Pahri sebagai narasumber menambahkan, seminar Kartini ini mengingatkan kita untuk motivasi perempuan, kawula muda untuk berbuat. Kita punya kesempatan, punya posisi yang penting bahwa punya kesempatan. Kita bisa bersekolah. Kita ini bisa ada kesetaraan gender. Dengan bermasyarakat itu juga berpolitik.

‘’Politik itu bukan hanya kekuasaan. Terjun ke masyarakat itu berpolitik juga. Saya masih ingin perjuangkan hak perempuan. Bisa jadi wakil perempuan untuk senator,” paparnya.

Menurut dia, dirinya sudah lakukan sosialisasi sedikit demi sedikit. Nanti turun setelah ditetapkan. “Saya ingin perjuangkan hak perempuan,” pungkasnya. (*)

laporan : winarni/m. akip

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed