oleh

99 SMP UNBK, 140 SMP UNKP

Najib Tinjau Pelaksanaan UN

PALEMBANG, SuaraSumselNews- SEBANYAK 99 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri maupun Swasta di Kota Palembang, laksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sementara sisanya 140 SMP masih laksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Penegasan ini diungkapkan Pjs Wali Kota Palembang, Ahmad Najib, saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di sejumlah SMP di Kota Palembang, Senin kemarin (23/4).

Ahmad Najib mengatakan, masih cukup banyak sekolah yang melaksanakan UN dengan kertas dan pensil. “Hal itu karena keterbatasan anggaran. Makanya, kita prioritaskan hal lain, seperti pembangunan fisik sekolah,” jelasnya.

Kata Najib, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus perbaiki berbagai fasilitas pendidikan. Salah satunya, peralatan komputer yang harus dipenuhi guna menunjang UNBK yang mampu dorong integritas siswa dalam melaksanakan ujian nasional.

“Saat ini kita fokus dulu di gedung-gedung. Karena sangat banyak sekolah yang butuhkan perbaikan gedung. Khususnya gedung Sekolah Dasar (SD). Dan itu yang saat ini ditargetkan Pemkot Palembang. Untuk apa UNBK bagus kalau, sekolahnya banyak yang hancur,” terangnya.

Ditambahkan, Pemkot bertahap, lengkapi fasilitas pendidikan di Kota Palembang. Pasalnya, pendidikan adalah dasar pembangunan sebuah negara. Makanya perlu fasilitas penunjang. Misalnya, papan tulis yang layak, meja dan kursi standar Sekolah Internasional (SI). Dan semuanya mulai dipenuhi.

“Setelah semua beres, kami akan lengkapi fasilitas Informasi dan Teknologi (IT) yang dapat menunjang proses belajar anak. Termasuk komputer untuk UNBK,” paparnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Ahmad Zulinto menambahkan, kini memang baru 41 persen atau 99 SMP yang melaksanakan UNBK. “Memang baru 99 SMPN maupun swasta yang laksanakan UNBK. Sedangkan 140 sekolah masih UNKP,” tuturnya.

Menurut dia, Disdik bisa melaksanakan UNBK, apabila sekolah-sekolah tersebut bersama masyarakat bisa sama-sama legowo untuk memberikan sumbangsih. Terkait pengadaan komputer, agar anak-anak bisa melaksanakan UNBK. Dengan APBD pihaknya belum mampu. Karena, saat ini Pemkot sedang fokus fisik, mobeler dan sarana prasarana lainnya.

“Kita tak dapat fokus terhadap pengadaan komputer untuk seluruh sekolah. Masih banyak sekolah di Kota Palembang butuhkan perhatian khusus. Karena banyak bangunan sekolah yang memprihatinkan,” ucapnya.

Katanya, pendidikan benar-benar jadi perhatian. Agar kedepan dapat tetap terlaksana. Disdik sedang menyusun aturan berupa Peraturan Daerah (Perda) guna mengunci anggaran agar alokasi pendidikan dapat ditingkatkan dan tak diganggu sektor lain.

“Pada masa pemerintahan sekarang sejak dibawah kepemimpinan Harnojoyo dan Wakil Wali Kota, Fitrianti Agustinda diteruskan Pjs Walikota Akhmad Najib, pendidikan Palembang jadi prioritas. Dengan alokasi anggaran pendidikan 26 persen,” pungkasnya. (*)

laporan : winarni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed