oleh

Menanti Hasil Kaji Ulang Rencana Aksi Daerah Gas Rumah Kaca Provinsi Sumatera Selatan

PALEMBANG- Sampai saat ini pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mengupayakan perbaikan rencana aksi daerah gas rumah kaca RAD-GRK ada tiga bidang yang menjadi sasaran utama Yani sektor lahan yang terdiri atas pertanian dan lahan gambut energi transportasi dan industri dan pengelolaan limbah baik padat maupun cair.

Proyeksi Business as Usual (BAU) Provinsi Sumatera Selatan tahun 2020 tanpa intervensi aksi mitigasi menunjukkan bidang berbasis lahan masih menempati porsi penyumbang emisi GRK terbesar sebanyak 98,05%. Sedangkan bidang berbasis energi dan limbah secara berturut-turut menyumbang 1,84% dan 0,11% dari total BAU 2020 di Provinsi Sumatera Selatan.

Pada tahun 2016, Sumatera Selatan telah berhasil menekan angka titik api sampai dengan 90% dan di 2017 tetap dapat dipertahankan walaupun sempat terjadi beberapa kebakaran kecil, namun dapat segera ditanggulangi, upaya inilah yang akan terus dilanjutkan oleh pemerintah.

Sebagai bentuk dukungan, World Agroforestry Center (ICRAF) bekerja sama dengan para mitra konsorsium bersama pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengadakan konsultasi publik di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (6/12/217).

“Rencana aksi penurunan emisi gas rumah kaca sudah menjadi kebutuhan yang harus terus dilanjutkan, hal ini akan menjadi salah satu tolak ukur kinerja pemerintah daerah dalam mencapai target penurunan emisi. Target penurunan emisi Sumatera Selatan sendiri awalnya sebesar 10,6% dari tahun 2020, kemudian disesuaikan menjadi tahun 2030 yang besarnya akan disepakati dalam rencana aksi daerah yang dikaji ulang,” kata Hadenli Ugihan, Ketua Pokja RAD-GRK Provinsi Sumatera Selatan.

Hadenli menambahkan, bahwa keberlanjutan rencana aksi ini tidak akan berjalan mulus jika tidak adanya keterlibatan seluruh, baik pemerintah, organisasi masyarakat, swasta dan pemangku kepentingan lainnya.

Saat ini dokument RAD-GRK Provinsi Sumatera Selatan hampir rampung, untuk mendorong sahnya dokumen perencanaan ini menjadi sebuah kebijakan pemerintah, pandangan dan masukan dari seluruh pihak diperlukan.

Konsultasi publik ini bertujuan membahas perencanaan RAD-GRK Provinsi Sumatera Selatan dalam kaitan yang mendukung dan merealisasikan perencanaan pembangunan rendah karbon (PPRK) di level nasional.

“ICRAF sangat mendukung adanya konsultasi publik ini. Ajang ini bisa menjadi wadah pertemuan lintas sektor yang bertujuan untuk menyesuaikan pandangan dan menghimpun masukan dari seluruh pemangku kepentingan dan sinergi berbagai pihak baik Pemerintah Daerah/Kabupaten, dinas-dinas terkait, pihak organisasi masyarakat sampai dengan pihak swasta dalam rencana aksi daerah gas rumah kaca Provinsi Sumatera Selatan yang sudah dikaji ulang,” ujar Suyanto Koordinator Program LAMA-I- ICRAF.

Ia menambahkan, mengingat pentingnya keterlibatan para pihak dari berbagai bidang dalam proses penyusunan RAD-GRK Provinsi Sumatera Selatan, “Maka dalam salah satu sesi acara akan dibentuk kelompok-kelompok kecil berdasarkan spesialisasi bidang masing-masing (red, lahan energi dan limbah), untuk memberikan masukan-masukan nya,” lanjutnya.

Pembahasan bersama para pihak ini dapat mendorong bersama kebijakan pemerintah yang telah melalui proses yang terintegrasi, melibatkan para pihak dan berbais data yang akurat yang diharapkan menghasilkan sesuatu yang nyata dari proses kaji ulang Rencana Aksi Daerah-Gas Rumah Kaca Provinsi Sumatera selatan. (ril/asri)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed