oleh

Uang Lelah Guru Honor 200 Ribu

LUBUKLINGGAU, SuaraSumselNews- KINI Kota Lubuklinggau masih kurang sedikitnya 200 tenaga guru SD. Hal itu disebabkan karena tenaga pendidik disini banyak yang pensiun.

Penegasan ini dikemukakan, Ketua PGRI Lubuklinggau, Erwin Susanto kepada media ini kemarin. Kurang guru itu mayoritas tenaga guru SD. Bila hal ini tidak cepat diantisipai oleh pemerintah, dikhawatirkan tenaga pendidik menjadi masalah besar.

“Buktinya untuk guru PNS SD dan SMP masih sangat kurang. Yang pensiun saja, sekitar 50 guru SD dalam tahun ini saja,’’ urai Erwin usai peringatan puncak acara HUT PGRI ke 72 dan Hari Guru Nasional 2017, Senin kemarin.

Kurangnya tenaga pendidik SD bukanlah masalah baru, namun sejak beberapa tahun ini telah menjadi masalah diseluruh daerah, termasuk Kota Lubuklinggau. “Sebenarnya pihak BKD sudah tahu masalahnya,’’ beber dia dengan nada prihatin.

Selain itu, dirinya menyampaikan harapan sebanyak 750 guru honorer tingkat SD dan SMP agar mendapatkan tambahan uang lelah. Sebab selama ini mereka hanya menerima antara Rp 300 – Rp 400 ribu perbulannya. Itupun dibayar waktu dana BOS cair, pertriwulan.

Sementara, Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengakui mengenai tuntutan PGRI meminta agar diperhatikan guru honor belum diangkat. Pihaknyya akan mengalokasikan dananya tahun depan. Anggaran tersebut berupa uang transport (lelah-red) guru honor sebesar Rp 200 ribu . Ya mungkin Februari atau Maret 2018 baru dapat terealisasi, bebernya.

Selain itu, pihaknya juga akan membangun gedung guru. Dan dialokasikan dananya sejumlah Rp 5 miliar. Tapi pembangunannya dilakukan dengan cara bertahap. Mungkin tahap awal dialokasi dana Rp 2,5 miliar dulu, tambahnya. (*)

peliput : marzuki
editor   : anwar rasuan
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed