oleh

Vaksinator di Puskesmas, Banyak Minim Peralatan

Komisi V DPRD Sumsel Terima Laporan

PALEMBANG, SuaraSumselNews | WAKIL Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Saiful Padli mengungkapkan, sejumlah vaksinator (tim vaksinasi) yang ada di Sumsel, mengeluhkan minimnya peralatan yang diberikan kepada mereka, untuk melakukan vaksinasi ke masyarakat, agar kebal terhadap virus Covid-19.

Hal ini diungkapkan Saiful setelah melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Inderalaya di Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Puskesmas Sukajadi Kabupaten Banyuasin beberapa waktu lalu.

Menurut Saiful peralatan vaksinator itu, berupa Alat Pelindung Diri (APD) seperti baju asmat, sarung tangan dan sebagainya, padahal saat ini mereka (vaksinator) juga termasuk garda terdepan dari program percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah pusat.

“APD dan perlengkapan kerja vakniator selama ini tidak ada anggaran. Mereka mengatakan, kalau selama ini hanya dikasih dosis vaksinasi saja untuk melakukan vaksinasi. Padahal takut- takut juga untuk vaksinasi ke masyarakat, karena mereka (vaksinator) tidak tahu mereka positif atau tidak. Jadi, paling tidak ada sarung tangan dan baju hasmat atau perlengkapan peranglah, tapi ini disuruh perang tapi tidak dilengkapi senjata,” kata Saiful.

BACA JUGA:  Warga Resah, Hutan Purun Desa Rambutan Terbakar

Selain itu, laporan vaksinator dilapangan, mereka juga selama ini dirasa belum mendap perhatian negara, karena selama ini tidak dapat insentif sebagau vaksinator, berbeda dengan tenaga kesehatan yang jadi garda terdepan melawan Covid-19 saat ini seperti dokter spesialis, dokter IGD, Perawat dan yang ada di RS.

“Mengingat selama ini yang diberikan Insentif yang tertuang di PMK, yaitu dokter spesialis, umum, perawat, bidan maupun medis yang ada di barisan IGD penangan covid-19, sedangkan vaksinator tidak ada. Padahal vaksinator sekarang bisa dikatakan garda terdepan juga, karena berhadapan dengan masyarakat, mereka langsung datang di Puskesmas atau mereka jemput bola. Harusnya mereka dapat perhatian dari pemerintah, paling tidak ada insentif khusus vaksinator mengingat pemerintah lagi gencar melakukan vaksinasi,” capnya.

Ditambahkan Saiful, jumlah stok dosis vaksinasi juga perlu dapat perhatian, mengingat antusias masyarakat saat ini lagi tinggi untuk divaksi. Sebab, percuma saja, jika stok vaksinnya tidak ada.

“Antusias masyarakat dan pihak pabrik lagi tinggi saat ini untul minta vaksin, tapi kalau vaksinasi habis percuma saja.

BACA JUGA:  Semua SMP di Palembang Dimulai PTM 13 September

Laporan dilapangan juga mengatakam jika vaksinator sekarang menggunakan jatah vaksinasi kedua untuk vaksinaai pertama untuk mereka yang belum divaksin sama sekali,” tuturnya.

Pihaknya berharap dari kunjungan komisi V dibeberapa tempat itu, nantinya bisa jadi masukan bagi Pemerintah daerah atau pusat untuk bisa diperjuangkan.

“Yang jelas vaksinator ini butuh perhatian, kalaupun tidak diberikan insentif, mereka bisa diberikan peralatan perang untuk menghadapi masyarakat karena masyarakat dari segala macam latar belakang dihadapai mereka, bahkan mereka jemput bola didaerah, karena tidak ada transportasi kesana. Ok lah kalo vaksinator ini dokter, maka ia dapat insentif selaku dokter, nah kalau vaksinator tidak masuk dalam jajaran gugus covid karena kekurangan SDM bagaimana, dan ini akan jadi catatan kami dalam kunjungan kami komisi V disejumlah Puskesmas yang ada,” tandasnya.

Dilanjutkan Saiful dari laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, jika realisasi serapan vaksinasi di Sumsel per 22 Juli, dari total vaksinasi yang ada sekitar 1,8 juta dosis, sudah ada 1,6 juta dosis yang didistribusikan dan yang terserap sekitar 1,3 juta.

“Artinya mau habis, masih ada sekitar 300 ribuan vaksin difaskes belum terserap, dan di Gudang vaksin masih ada juga. Tapi pemerintah daerah harus pro aktif kepusat untuk penambahan vaksin ke Sumsel, juga dinkes selalu memonitor didaerah karena vaksinator tidak mendapat lengawasan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Bila Ada Klaster COVID-19 Pelajar, Pemkot Palembang Batalkan PTM

Dihubungi terpisah, Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Sumsel dr Icon menerangkan, jika saat ini jumlah vaksinator di Sumsel sendiri total ada 2.939 orang yang tersebar di 17 kab/kota.

Dari hampir tiga ribu vaksinator tersebut, mayoritas dari perawat (1.191), bidan (782) dan dokter (516). Kemudian ada dari pengelola imunisasi (108), tenaga kesehatan lainnya (39) serta pengelola program 1 orang.

Ia memastikan semua vaksinator mendapat peralatan APD selama melaksanakan vaksinator yang disiapkan disetiap daerah, dan jika memang tidak ada, maka vaksinator bisa berkoordinasi dengan dinas kesehatan Sumsel.

Sedangkan soal insentif vaksinator yang ada, ia memastikan vaksinator tetap mendapat honor, dan besarannya disesuaikan kemampuan daerah masing- masing.

“Untuk honor vaksinator itu, sekarang lagi dalam proses dan penganggarannya dimasing- masing APBD Kabupaten/ kota,” pungkasnya. (tr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait