oleh

Ratu Dewa Sebutkan Ada Enam Program Prioritas

Dalamn Rancangan APBD 2022 Kota Palembang

PALEMBANG, SuaraSumselNews | RANCANGAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk 2022 saat ini tengah dirancang oleh Pemerintah Kota Palembang.

Dimana, ada enam program prioritas yang disusun dan harus dijalankan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ditahun mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan saat ini memang pihaknya tengah merancang program- program prioritas untuk dijalankan pada tahun depan.

“Saat ini kita memang tengah menyusun untuk RKPD maupun RJPMD, diantaranya pembangunan infrastruktur, pariwisata, olahraga, zona integritas, investasi, dan ekonomi kreatif, ” ungkap dia kepada media, Jumat (22/10/2021).

Dewa mengatakan, enam program prioritas Pemkot Palembang di 2022 harus selaras dengan OPD yang ada.

BACA JUGA:  Bupati OKU Paparkan Proyek Prioritas Bersama Gubernur

“Kita tekankan dengan OPD harus linier RJPMD pusat, RKPD provinsi dengan RKPD kota harus sejalan, sehingga ini bisa dijawab ketika pertanggungjawaban 5 tahunan nanti,” tegas Dewa.

Lanjut dia, dalam penyusunan program prioritas ini diarahkan bisa menjawab Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kalau selama ini 78,3 persen harus naik menjadi 79, 45 persen.

“Dan juga tentu dapat mengurangi angka kemiskinan dan visi misi juga harus sejalan dengan provinsi dan pusat, ” ungkapnya.

Namun untuk pendidikan dan kesehatan, ini memang dari UU harus dijalankan dengan nilai syarat minimal 20 persen anggaran untuk pendidikan dan 10 persen dalam penganggaran kesehatan.

“Maka setiap OPD tidak bisa lari dari program prioritas ini, ke program-program baru,” ujarnya.

BACA JUGA:  EMI Resmi Bergabung, PLN Kejar Target Dekarbonisasi 117 Juta Ton CO2

Tambah dia, bagi OPD yang penyusunan program kerjanya tidak sesuai, maka tidak akan disetujui.

“Kalau program yang sifatnya banyaklah pelatihan, sosialisasi, tidak ada invoasi menjawab itu semua maka akan didelete, karena tidak sesuai dengan proyeksi untuk menjawab program 5 tahun pemkot palembang, atau tidak sesuai RKPD,” jelasnya.

Terkait pendapatan, kata Dewa asumsi dari pemkot Palembang masih dikisaran Rp860 sekian milyar, tapi keinginan dari Walikota dan banggar DPRD Kota Palembang ada kajian yang komperhensip.

“Walaupun di Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) ada tim kecil yg dibentuk denga melibatkan akademisi, ” tutur dia.

Akan tetapi, pihaknya optimis pendapatan akan tetap meningkat apalagikondisi covid kita sudah membaik, dengan kondisi sedikit melandai.

BACA JUGA:  Upayakan Penyelesaian Illegal Drilling di Sumsel

“Alhamdulillah dari kasus terkonfirmasi sudah terus menurun bahkan sudah nol, kasus kematian juga, BOR pun juga demikian. Kita harap sih tahun depan kondisi akan makin terus membaik,” bebernya.(ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait